У нас вы можете посмотреть бесплатно KKN Unpad Eretan Kulon - Penanggulangan dan Pengelolaan Sampah (GASPOL) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di Indonesia, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 20 juta ton per tahun, dengan sekitar sepertiganya belum terkelola secara optimal. Sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar, yang sebagian besar berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat dan institusi pendidikan. Tingkat daerah, di Kabupaten Indramayu menghadapi permasalahan serupa. Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah sampah yang berhasil dikelola dari tahun ke tahun, masih terdapat volume sampah yang cukup besar yang belum tertangani secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kebiasaan pemilahan sampah, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Desa Eretan Kulon merupakan salah satu desa pesisir yang berada di Kecamatan Kandanghaur yang memiliki karakteristik wilayah pemukiman padat dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat di sektor perikanan dan perdagangan hasil laut. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama Ketua Karang Taruna serta perangkat desa, timbulan sampah di Desa Eretan Kulon diperkirakan mencapai sekitar 5 ton per hari. Sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah organik, serta diperparah oleh sampah kiriman akibat fenomena banjir rob atau pasang air laut. Kondisi ini menyebabkan lingkungan desa sering terlihat kotor dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan. Hasil survei lapangan dan wawancara dengan pihak sekolah di Desa Eretan Kulon menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman siswa/i SD dan MTs terkait pemilahan dan pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Meskipun materi lingkungan hidup telah diperkenalkan dalam pembelajaran, penerapannya dalam bentuk perilaku sehari-hari belum terbentuk secara optimal. Padahal, anak usia sekolah merupakan kelompok strategis dalam pembentukan perilaku peduli lingkungan karena masih berada pada fase pembiasaan dan penanaman nilai. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan intervensi edukatif yang bersifat promotif dan preventif melalui pendekatan yang mudah dipahami, menarik, dan aplikatif bagi siswa/i. Program GASPOL (Gerakan Aksi Sosialisasi Pilah Organik dan Lainnya) dirancang sebagai bentuk sosialisasi pengelolaan sampah sejak dini untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku peduli lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Eretan Kulon. #KKNUNPAD2026 #KKNUnpadBerdampak #JabarIstimewa #LemburDiurus #KotaDitata