У нас вы можете посмотреть бесплатно Legenda Turun Tangan! Kurniawan Racik Proyek Emas U-17 di Piala Asia 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Rapor merah lini pertahanan Timnas U-17 Indonesia menjadi fokus utama dalam diskusi persiapan Piala Asia 2026 di Studio ITSMe, Sentul, Bogor. Pengamat sepak bola Sapto Haryo Rajasa menyebut koordinasi lini belakang sebagai titik lemah krusial yang harus segera dievaluasi pasca kekalahan telak dalam uji coba melawan China beberapa waktu lalu. Dalam analisisnya bersama host Syafira, Sapto menyoroti kegagapan pemain dalam menerapkan zonal marking maupun man-to-man marking. Celah besar di area penalti serta penurunan intensitas pressing setelah menit ke-45 dinilai sebagai masalah fisik dan taktis yang membahayakan posisi Indonesia di grup maut bersama Jepang, China, dan Qatar. Di tengah tantangan tersebut, penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih baru diharapkan membawa perubahan signifikan. Pengalaman Kurniawan di Como 1907, Italia, dianggap modal kuat untuk memperbaiki pemahaman taktikal pemain kelahiran 2009, khususnya dalam membangun transisi bertahan ke menyerang yang lebih solid. Meski fokus utama saat ini adalah pembenahan sektor defensif, figur Kurniawan sebagai legenda striker juga diharapkan mampu mempertajam lini serang timnas. Target utama dari "Proyek Emas" ini adalah memastikan Indonesia tampil kompetitif di Arab Saudi dan mampu mencuri poin dari raksasa Asia guna melaju ke babak selanjutnya. #timnasu17 #timnasindonesia #pialaasia #arabsaudi #kurniawan #sepakbolaindonesia