У нас вы можете посмотреть бесплатно Presiden AS Peringatkan Kebijakan Baru Israel, Respons Trump Soal Rencana Aneksasi Tepi Barat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BANGKAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons kebijakan Israel. Hal ini berkaitan dengan rencana aneksasi Tepi Barat, Palestina. Trump menyatakan penolakannya atas rencana tersebut. Respons ini diungkapkan menyusul beragam langkah kontroversial dari pemerintahan Tel Aviv. Dikutip dari Al Jazeera, Trump mennyebut Tepi Barat jadi kunci stabilisasi wilayah. Tepi Barat menjadi kunci bagi keselamatan warga Israel. Hal itu disebabkan posisi strategis yang berpengaruh terhadap keamanan nasional. Tepi Barat dianggap mampu mendukung upaya diplomasi di wilayah. Situasi tenang di lokasi juga memudahkan upaya perdamaian jangka panjang. Tak hanya itu, Trump menilai Tepi Barat mampu mengurangi risiko konflik yang meluas. Langkah Trump menegaskan posisi AS sebagai penentang aneksasi secara sepihak. Hal itu juga menunjukkan upaya Trump mendukung solusi dua negara. Adapun langkah ini muncul setelah pengumuman kebijakan Israel. Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. Ia didampingi oleh Menteri Pertahanan Israel. Kebijakan itu dinilai untuk kepentingan perluasan wilayah. Selain itu, Israel lebih berwenang terhadap pengelolaan situs keagamaan di wilayah. Aturan baru lainnya yaitu terkait penegakan hukum. Kontrol Israel dapat semakin luas terhadap pemerintahan lokal. Kini sejumlah negara tampak mengecam Israel atas langkah yang dilakukannya. Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook: / bangkapos Do You Have Instagram, follow us: / bangkapos_ Editor Video: Agus Suhermanto