У нас вы можете посмотреть бесплатно Tangis Ibu Radiet di Depan DPR, Yakini Anaknya Bukan Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Unram или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
"Ibu Radiet Ardiansyah, Makkiyati, mengadu ke Komisi III DPR RI dalam rapat dengar pendapat umum (RPDU), Kamis (26/2). Makkiyati meyakini anaknya bukan pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Ni Made Vaniradya Puspa Nitra. Radiet menjadi terdakwa kasus tersebut. Kasus tersebut bermula dari penemuan mayat, yang diidentifikasi sebagai Made Vaniradya, di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada 27 Agustus 2025. Sehari sebelumnya atau pada 26 Agustus 2025 sore, Made Vaniradya memang mengunjungi pantai tersebut bersama Radiet, serta berangkat dari Mataram. Namun Makkiyati menuturkan, saat kejadian pada 26 Agustus 2025 itu, dirinya berusaha menghubungi Radiet dan ponsel milik anaknya dalam kondisi tidak aktif. Pada 27 Agustus 2025 waktu Subuh, kediaman Makkiyati di Sumbawa kedatangan tamu dan menyebutkan bahwa anaknya menjadi korban begal. Pada 28 Agustus, Makkiyati pun bergegas ke Mataram dan menemui putranya di rumah sakit Provinsi Mataram. Pada 19 September, dia menyebut anaknya dibawa ke Kabupaten Lombok Utara untuk diamankan. “Anak saya akan dilindungi, katanya, Pak,” tutur Makkiyati, Kamis (26/2), mengulang pernyataan polisi ketika anaknya diamankan. Pada hari yang sama saat diamankan itu, Polres Lombok Utara menetapkan Radiet sebagai tersangka kasus pembunuhan. Radiet disebut telah mengakui perbuatan pembunuhan. Namun Makkiyati membantah dan menyebut Radiet dalam kondisi gemetar saat itu. Dia juga menyebut anaknya sempat tak didampingi pengacara. ""Anak saya gemetar, Pak. Bersumpah demi Allah, Pak. Saya berani bersumpah atas nama Allah. Dia bilang, 'sekarang dicabut nyawa saya sama Allah kalau saya melakukan,' kata Radiet, Pak,"" ujarnya. ""Besoknya baru pengacaranya datang mendampingi anak saya, tapi dengan alasan minta pengurangan. Dia bilang, pengurangan apa? Saya bilang begitu. Sampai detik ini, saya seorang ibu, batin saya mengatakan anak saya tidak pernah, tidak bisa melakukan hal-hal seperti itu sampai detik ini,"" sambungnya. Makkiyati menambahkan keyakinan bahwa anaknya bukan pelaku pembunuhan. Menurut penuturannya, Radiet sejak kecil hingga SMA, tidak pernah melakukan tindakan di luar batas. ""Saya orang tidak punya, Pak. Saya mohon, Pak. Anak saya bukan pelaku, Pak. Saya mohon, Pak. Saya mohon sekali, Pak. Yakin anak saya, Pak, bukan pembunuh, Pak,"" imbuh dia. Penulis/Editor: Dicky Setyawan Produser: Dena Novita Rosiana #TirtoRecap "