У нас вы можете посмотреть бесплатно IHSG Balik Melawan, Tanda Isu Negatif MSCI Selesai? Gimana Nasib Blue Chip, Saham Konglo & Emas? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#analisafundamental #analisasaham #maybanksekuritas Pasar sempat diguncang sell-off tajam hingga IHSG nyaris terkoreksi dua digit, namun di akhir sesi muncul perlawanan beli yang kuat dan membentuk V-shape recovery, dari sempat minus sekitar 10% menjadi mendekati minus 1%. Di tengah volatilitas tinggi, nilai transaksi reguler meledak hingga sekitar Rp64 triliun, memberi sinyal bahwa demand mulai berani “pasang badan” saat tekanan jual memuncak. Di sisi lain, OJK dan BI merespons cepat permintaan MSCI dengan langkah yang lebih transparan: rencana publikasi kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk memperjelas perhitungan free float, penyediaan data Ultimate Beneficial Owner (UBO), serta wacana kenaikan standar minimal free float dari 7,5% ke 15% demi meningkatkan kualitas dan investability pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Sentimen ini ikut membantu menahan tekanan pada saham-saham besar, terlihat dari daya tahan BBCA, BMRI, dan BBRI yang tetap punya pembeli di tengah guncangan. Menariknya, saham-saham konglomerasi yang sebelumnya “terkunci” ARB mulai terbuka kembali—seperti PTRO dan BUMI—mengindikasikan tekanan margin call/force sell mulai mereda. Ke depan, pasar akan menanti pertemuan lanjutan antara bursa dan MSCI pada pekan depan yang diharapkan memberi kejelasan lebih lanjut. Volatilitas mungkin belum hilang, tapi sinyal pemulihan sudah mulai terbentuk—dan investor perlu fokus pada manajemen risiko, likuiditas, serta memilih saham yang daya tahannya terbukti saat pasar diuji.