У нас вы можете посмотреть бесплатно HARGA MATI! Iran Bersumpah Lawan Amerika-Israel hingga Titik Darah Penghabisan Tanpa Ada Negosiasi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - Ahmad Khoirul Umam, pengamat politik dari Universitas Paramadina Jakarta, menilai peluang negosiasi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran sangatlah kecil. Adapun sejak 28 Februari hingga saat ini, AS-Israel dan Iran masih beradu serangan. Sejak wilayahnya digempur AS-Israel, Iran melancarkan balasan dengan menyerang Israel dan fasilitas militer AS di negara-negara Teluk. Umam mengatakan sejak Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei wafat, Iran berhasil bangkit dan menata kembali basis kekuatannya. Saat ini jabatan Khamenei diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei. “Ada semacam pergeseran antaran situasi sebelum perang dan situasi setelah perang,” kata Umam dikutip dari program Breaking News di tvOne, Selasa, 10 Maret 2026. Sebelum perang pecah, Umam berkata teokrasi di Iran berbasis pada wilayatul faqih (perwalian ahli hukum Islam). Adapun saat perang, teokrasinya berpotensi berbasis pada kekuatan militer yang cukup memadai. Umam meyakini posisi Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) akan makin dominan di tengah perang. “Hadirnya Mojtaba Khamenei tentu akan membulatkan tekad dan pada saat yang sama dia akan menjadi simbol sebuah perlawanan,” ujar Umam yang menjadi Direktur Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Paramadian. Di sisi lain, dia berkata AS sedang melakukan hitung-hitungan biaya dalam perang melawan Iran. “Dalam kalkulasi yang disimulasikan oleh Universitas Pennsylvania, dipredikasi kalau IRGC mampu menahan basis kekuatan AS dan Israel dalam waktu 4 minggu atau bahkan sesuai dengan kalkulasi yang disampaikan [Presiden AS Donald] Trump, 5 minggu bahkan lebih, maka biaya perang ini akan sangat luar biasa, diperkirakan mencapai sekitar USD3.500 triliun,” ucap Umam. Di tengah hitung-hitungan itu, AS tetap menyampaikan bahwa perlawanan terhadap Iran akan terus dilakukan sampai Iran bisa dihabisi secara total. Di lain pihak, Iran lewat para petinggi IRGC juga menegaskan akan terus berperang dan tidak akan ada negosiasi. “Sangat kecil peluang bagi perundingan atau proses dialog atau proses bilateral,” kata pengamat itu. Sejumlah negara Islam, kata Umam, memang sudah menyampaikan keinginan untuk menjembatani kedua belah pihak. Namun, dalam situasi ini Iran merasa seperti pihak yang dikorbankan atau dinistakan. Oleh karena itu, Umam merasa perlawanan Iran akan dilakukan secara optimal hingga titik darah penghabisan. “Kemudian itulah ajaran-ajaran Syiah tentang bagaimana kemudian balas dendam dilakukan sebagai sebuah bentuk pembelaan terhadap harga diri dan nilai-nilai keagamaan yang mereka pegang.” Dubes Iran: Tidak ada negosiasi Mohammad Boroujerdi, Dubes Iran untuk Indonesia, juga dengan tegas mengklaim tidak akan ada perundingan antara Iran dan AS. Dia menganggap peluang negosiasi kedua belah pihak sudah tertutup. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Disebut Akan Melawan hingga Titik Darah Penghabisan, Peluang Negosiasi Sangat Kecil, https://www.tribunnews.com/internasio.... Penulis: Febri Prasetyo Editor: Tiara Shelavie Editor Video : Ilham Bintang Anugerah Uploader: Fitriana SekarAyu Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunjakarta Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... Instagram: / tribunjakarta #viory #iran #amerikaserikat #iranvsisrael #perangtimurtengah #irgc #mojtabakhamenei #Geopolitik #beritadunia