У нас вы можете посмотреть бесплатно Tanpa Podium—Veda Ega Pratama Sudah Mengguncang Eropa или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Valencia belum membuka kalender resmi. Belum ada lampu start. Belum ada bendera finis. Namun di balik sunyinya pra-musim Eropa, satu nama dari Indonesia sudah lebih dulu mencuri perhatian paddock. Bukan lewat podium. Bukan lewat headline balapan. Melainkan lewat kemunculan yang tenang, rapi, dan tak bisa diabaikan. Veda Ega Pratama, pembalap 17 tahun asal Gunung Kidul, Yogyakarta, menjalani sesi latihan privat di Spanyol—di lintasan tertutup yang biasa digunakan para rider elite Eropa. Tanpa sorotan kamera. Tanpa tekanan publik. Tapi justru di ruang sunyi itulah, pesan besar dikirimkan. Perubahan paling mencolok bukan sekadar kecepatan, melainkan simbol. Wearpack Alpinestars. Nomor 9. Sponsor kelas dunia. Semua menandakan satu hal: status Veda telah naik kelas. Ia tak lagi hadir sebagai talenta uji coba, melainkan sebagai pembalap penuh Honda Team Asia untuk Moto3 2026. Latihan ini bukan pemanasan. Ini evaluasi. Bukan pencitraan. Ini penempatan posisi. Bagi mereka yang paham bahasa paddock, apa yang terjadi di Spanyol adalah sinyal awal. Sinyal bahwa Indonesia kini bukan sekadar penonton. Sinyal bahwa satu nama muda sedang disiapkan dengan serius. Dan sinyal bahwa era baru sedang mengetuk pintu. Nama itu: Veda Ega Pratama. Dan ini baru permulaan.