У нас вы можете посмотреть бесплатно Tujuh Modal Agar Hati Tetap Hidup Sampai Akhir | Ust. DR H. Makhlani M.Sc | Kultum Subuh 26/02/26 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah hati kita masih hidup… atau tanpa sadar sudah mulai mati? Dalam kajian Subuh kali ini, kita diajak merenungi makna hati yang hidup sebagaimana digambarkan dalam Surah Yasin dan perbandingan hati yang hidup dan mati dalam Surah Al-An'am. Ternyata, tanda hati yang hidup bukan sekadar rajin ibadah, tetapi memiliki jiwa yang selalu merasa bersalah ketika berbuat dosa — inilah yang disebut nafsu lawwamah. Mengapa Allah bersumpah atas jiwa yang menyesal dalam Surah Al-Qiyamah? Karena rasa bersalah itulah modal terbesar menuju taubat, perbaikan diri, dan keselamatan akhirat. Kita juga diingatkan tentang perbedaan doa dalam Surah Al-Baqarah ayat 200–201 — ada yang hanya meminta dunia, dan ada yang meminta dunia sekaligus akhirat. Di sinilah terlihat kedalaman ilmu dan kualitas hati seseorang. Semoga melalui kajian ini, kita semakin rajin beristighfar, semakin peka terhadap dosa, dan terus memperbaiki akhlak, ibadah, serta ilmu kita. Karena hati yang hidup… adalah hati yang selalu kembali kepada Allah.