У нас вы можете посмотреть бесплатно DUA KAPAL INDUK DAN RATUSAN RUDAL TOMAHAWK MENGANCAM IRAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
DUA KAPAL INDUK DAN RATUSAN RUDAL TOMAHAWK MENGANCAM IRAN Amerika Serikat melakukan mobilisasi militer besar-besaran dengan menempatkan dua gugus tugas kapal induk di posisi strategis. Langkah ini dinilai telah memperkuat ancaman serangan udara dan laut jika jalur diplomasi terkait program nuklir Iran gagal total. Adapun armada tempur yang saat ini disiagakan Amerika Serikat secara garis besar terdiri atas unsur pemukul udara dan laut. Meliputi dua Kapal Induk Utama, yakni USS Abraham Lincoln yang saat ini sudah berada di Laut Arab, dan USS Gerald R. Ford yang sedang bergerak dari Karibia. Gugus tugas AS juga dilengkapi sekitar 6 hingga 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke yang mengawal kedua kapal induk tersebut. Selain itu, sekitar 8–10 kapal perusak independen juga disiagakan di titik strategis seperti Selat Hormuz, Laut Merah, dan Mediterania Timur. Tak hanya di permukaan, keberadaan kapal induk juga biasanya diikuti oleh keberadaan kapal selam yang dalam hal ini kapal selam serbu kelas Virginia atau Los Angeles. Di samping dua kapal selam tersebut, banyak pengamat menduga ada kapal selam lain yakni kapal selam rudal kendali kelas Ohio (SSGN) yang memiliki kemampuan siluman. Hal ini secara langsung telah meningkatkan kemampuan peluncuran rudal tomahawk yang bisa melesat secara serentak dari bawah laut. Jumlahnya pun tidak main-main, bisa ada ratusan rudal tomahawk yang diluncurkan secara salvo untuk menggempur Iran dari kapal-kapal selam tersebut. Hal ini telah memberikan kemampuan bagi AS untuk melumpuhkan infrastruktur militer, pertahanan udara, dan fasilitas nuklir Iran secara bersamaan tanpa harus menerjunkan pasukan darat. Pengerahan gugus tugas besar-besaran ini dinilai sebagai bagian dari upaya menekan Iran selama proses negosiasi berlangsung di Oman, sekaligus memastikan elemen kejutan jika perintah serangan diterbitkan. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Noristera Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : berbgai sumber Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru