У нас вы можете посмотреть бесплатно HILANG HARGA DIRI,!!! MANTAN HAKIM SIANIDA BELA JOKOWI, DIPERMALUKAN PROF SUPARJI & MTN PENYIDIK KPK или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Debat panas kembali memantik perhatian publik. Prof. Binsar Gultom, mantan hakim yang dikenal publik dalam kasus Mirna Salihin, tampil membela posisi Joko Widodo terkait revisi UU KPK dan polemik ijazah. Dalam debat tersebut, Binsar menyebut sikap Jokowi yang “setuju” pengembalian UU KPK lama sebagai bukti bahwa Jokowi tidak terlibat dalam revisi 2019. Namun fakta di lapangan menunjukkan, pernyataan itu muncul setelah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia terjun bebas ke peringkat 109 dunia. Kami juga menampilkan kembali momen 13 September 2019 saat Jokowi menegaskan perlunya Dewan Pengawas KPK yang dipilih Presiden. Padahal, di ruang DPR, sebagian anggota menolak skema tersebut. Jika DPR menolak dan Presiden mendukung, publik berhak bertanya: siapa sebenarnya penggerak utamanya? Perdebatan makin memanas ketika Prof. Suparji Ahmad dari Universitas Al Azhar mempertanyakan konsistensi alasan “kegentingan memaksa”. Jika Perppu Ormas dan Perppu Cipta Kerja bisa diterbitkan, mengapa tidak untuk menyelamatkan UU KPK? Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, juga menegaskan bahwa pelemahan KPK berdampak langsung pada merosotnya IPK Indonesia. Apakah ini sekadar pembelaan normatif? Atau justru logika yang runtuh ketika diuji fakta? Tonton sampai habis. Kita bongkar bersama. #Jokowi #RevisiUUKPK #KPK #DebatPanas #BinsarGultom #IPK109 #PelemahanKPK #OpiniAlvin #PolitikIndonesia #BongkarFakta #Suparji #YudiPurnomo #Perppu #DewanPengawasKPK