У нас вы можете посмотреть бесплатно Psikotes DAP (Draw A Person) Cara Menggambar Dan Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Sejarah Perkembangan Tes DAP Tes DAP (Draw A Person) atau juga sering disebut DAM (Draw A Man) merupakan salah satu bentuk alat tes Psikologi yang sering kita jumpai di saat proses assessment psikologi. Tes DAP atau DAM termasuk tes individual. Pada tahun 1926, Goodenough mengembangkan Draw-A-Man (DAM) Test untuk memprediksi kemampuan kognitif anak yang direfleksikan dari kualitas hasil gambarnya. Asumsinya: akurasi dan detail gambar yang dihasilkan menunjukkan tingkat kematangan intelektual anak. DAM test ini digunakan untuk anak usia 3 – 10 tahun. Pada tahun 1948, Buck mengembangkan House-Tree-Person (HTP) Test, gambar rumah dan pohon yang memiliki kedekatan dengan kehidupan seseorang yang juga termasuk tes proyeksi. Tahun 1949, Machover mengembangkan Draw-A-Person (DAP) Test, sebagai teknik untuk mengukur kepribadian. Machover mengembangkan sejumlah hipotesis berdasarkan obeservasi klinis dan penilaian intuitif. Misal, ukuran gambar berkaitan dengan tingkat self-esteem, penempatan gambar dalam kertas merefleksikan suasana hati dan orientasi sosial seseorang. Selanjutnya tahun 1951, Hulse mengembangkan Draw-A-Family (DAF) Test, DAP secara luas kemudian dikembangkan oleh Hammer (1958), Headler (1985), Urban (1963), Koppitz (1968, 1984). Tahun 1963, Harris membuat revisi DAM Test dengan menambahkan dua form baru (anak bukan hanya diminta untuk menggambar seorang laki-laki, tetapi juga seorang wanita, dan gambar dirinya sendiri, sistem skoring yang lebih detail, dan standarisasi yang lebih luas. Seorang tokoh tes psikologi, Levy mengemukakan beberapa kemungkinan dalam penggunaan Tes DAM (Draw A Man) atau tes DAP (Draw A Person), diantaranya sebagai berikut: Gambar orang tersebut merupakan proyeksi dari self concept Proyeksi dari sikap individu terhadap lingkungan Proyeks dari ideal self image-nya DAM sebagai suatu hasil pengamatan individu terhadap lingkungan Sebagai ekspresi dari pola-pola kebiasaan (habit pattern) Ekspresi dari keadaan emosinya (emotional tone) Sebagai sikap subjek terhadap tester dan situasi tes tersebut Sebagai ekspresi dari sikap individu terhadap kehidupan/masyarakat pada umumnya Ekspresi sadar dan ketidaksadarannya. Reliablitas dan Validitas Tes DAP Reliabilitas test-retest DAP berdasarkan skoring kuantitatif dengan menggunakan panduan DAP yang dibuat oleh Harris (1963) didapatkan reliabilitas isi yang sedang (Median r = 0.74). Sedangkan reliabilitas interrater jauh lebih baik, yaitu median 0.90 untuk gambar laki-laki dan 0.94 untuk gambar wanita. Dasar-Dasar Klinis Tubuh sebagai alat ekspresi diri Proses menggambar yang dilakukan individu melibatkan identifikasi melalui proyeksi dan introproyeksi yang masuk ke dalam. Tubuh (the self) merupakan titik referensi yang paling intim dalam kegiatan apapun sehingga gambar orang yang melibatkan proyeksi bayangan tubuh merupakan suatu alat alamiah untuk menyatakan kebutuhan-kebutuhan tubuh dan konflik-konflik seseorang Suasana hati figur Berdasarkan pengalaman Machover, “ekspresi” figur yang digambar mencerminkan “feeling tones”. Penyajian Tes DAP Prinsip DAP dalam penyajiannya adalah bersifat individual. DAP merupakan battery test dengan tes proyeksi yang lainnya (misal BAUM, Wartegg, dsb). a. Administrasi Tes DAP o Material Tes 1. Kertas HVS folio Pensil HP Meja yang permukaannya rata Penerangan yang cukup o Waktu Dalam psikologi klinis tidak dibatasi (± 20 menit) o Instruksi Tulis identitas diri Anda di sisi kanan atas. (nama, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan). Silahkan saudara menggambar orang. Yang tidak boleh dilakukan tester: memberikan jawaban yang bisa memancing ketegangan, mengarahkan atau jawaban yang bersifat normatif dan evaluatif. Jika ada subjek yang mengatakan: “Saya tidak bisa menggambar”. Jawaban tester: “Gambarlah semampu anda” Jika muncul kembali komentar: “Saya tidak bisa menggambar dengan baik”. Jawaban tester: “Tidak apa-apa, bukan baik dan jelek yang dilihat dari gambar tersebut” o Selesai menggambar, testee diminta menuliskan: Berapa usianya & apa jenis kelaminnya Apa yang sedang ia lakukan Apa cita-cita / keinginan yang terpendam dari orang tersebut Uraikan kelebihan-kelebihan & kelemahan-kelemahan pribadi orang tersebut b. Observasi dalam Tes DAP o Orientative behavior Cara menggambar/fokus terhadap tugas. o Verbal behavior Misal: doodling/gumaman o Motor behavior Gesture, ekspresi wajah Interpretasi Tes DAP Ada 3 prinsip dasar: Gerak : Secara umum mewakili vitalitas Ruang : Bagaimana subjek di lingkungan sosialnya Bentuk : Pengekspresian dirinya/sesuatu yang ditampilkan ke luar 1. Gerak (Tekanan, Arah coretan) 2. Ruang (Atas, Bawah, Tengah, Kiri, Kanan) 3. Bentuk Jenis Kelamin: 87 % : Menggambar jenis kelaminnya sendiri Beberapa individu yang menggambar terbalik. Indikasi: mengalami kebingungan dalam identifikasi sexual dan adanya kedekatan dengan figur yang digambar. Cirinya: akan muncul pertanyaan, ”Boleh tidak menggambar kedua-duanya laki-laki karena saya tidak bisa menggambar