У нас вы можете посмотреть бесплатно Jenderal Berwajah Dingin Ini Komandan yang Setia Kepada Bekas Anak Buahnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Jenderal Berwajah Dingin Ini Komandan yang Setia Kepada Bekas Anak Buahnya Penampilan Jenderal Benny Moerdani selalu memberikan kesan sederhana. Walaupun dirinya merupakan salah seorang prajurit ABRI yang paling banyak menerima tanda penghargaan, dia nyaris tidak pernah menampakkan diri dengan deretan beragam atribut tertempel pada bajunya. Demikian Gus Dur menulis tentang sosok Benny Moerdani dalam artikel berjudul,"Prajurit Tegas," yang dimuat di buku "Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan," yang ditulis Julius Pour. Di mata Gus Dur, Jenderal Benny ini selalu tampil biasa, baik pada hari kerja atau juga pada saat sedang mengikuti upacara kebesaran militer. Wajah Benny karena panggilan akrab yang diberikan oleh para teman dekat serta anak buahnya kelihatan selalu dingin. Namun dalam kedinginan wajah semacam itu terlihat goresan garis yang keras. Goresan garis keras ini menyebabkan penampilannya lantas menjadi bertambah berwibawa. Di tengah semuanya itu, kemudian nampak sepasang sorot mata tajam, menatap lurus ke depan. Sorot mata ini sering lantas disalahartikan, seolah-olah memberi kesan tertutup kepada setiap lawan bicaranya. Tetapi kesan keras dari sisi luar seperti itu sesungguhnya bertolak-belakang dengan kesaksian para rekan dekatnya. Untuk mereka dalam setiap pertemuan yang terbatas sifatnya, sosok Benny Moerdani justru lantas nampak sangat menonjol. Karena dia selalu bisa tampil sebagai seorang pembicara hangat, tajam ingatan, cakap berdebat dan selalu bersifat ingin tahu, terhadap segala macam dari persoalan secara mendalam. Sosok pribadi ini, meski senantiasa melahirkannya tanpa publikasi juga sangat memikirkan nasib setiap anak buahnya. Menurut Gus Dur, rasa setia kawan kepada bekas anak buah serta para rekan seperjuangannya amat menonjol. Kesetiaan tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang pernah bertempur bersamanya dalam berbagai macam palagan. Benny tidak akan pernah bisa melupakan pengorbanan para sahabat dekatnya. Benny senantiasa memperhatikan nasib kawan, beserta kehidupan seluruh keluarga mereka sampai bertahun-tahun berlalu.