У нас вы можете посмотреть бесплатно Menjawab Apakah Allah Butuh Tempat?, Allah Berada Diatas Langit, Diatas Arsy | Ustadz Yazid Jawas или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menjawab Apakah Allah Butuh Tempat?, Allah Berada Diatas Langit, Diatas Arsy - Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas #videodakwah #Tauhid #Terbaik #Amal #Ilmu #ustadzyazidjawas #ustadzyazid Hafidzahullah (حافظه الله) (Semoga Allah menjaganya) dari berbagai #kajian #dakwah #islam #sunnah yang telah beliau dakwahkan kepada umat islam di Indonesia(#Warga +62). Sesungguhnya tidak ada perbedaan pendapat di kalangan Ahlus Sunnah, bahwa Allâh Azza wa Jalla itu Maha Tinggi. Dia berada di tempat yang tinggi, di atas langit, di atas ‘arsy-Nya. Dalil tentang sifat tinggi bagi Allâh Azza wa Jalla sangat banyak, sampai sebagian Ulama mengatakan, “Di dalam al-Qur’an terdapat seribu dalil atau lebih yang menunjukkan bahwa Allâh Maha Tinggi di atas seluruh makhluk-Nya dan bahwa Dia berada di atas para hamba-Nya”. [Majmû‘ Fatâwâ Ibnu Taimiyah 5/121] Namun di zaman ini, banyak orang yang tidak mengetahuinya, bahkan sebagian orang menganggap bahwa Allâh Azza wa Jalla berada di mana-mana! Maha suci Allâh dari persangkaan mereka!! Maka di sini kami sampaikan dalil-dalil masalah ini, supaya kita bisa meyakininya. Inilah di antaranya: BERITA AL-QUR’AN Allâh Azza wa Jalla telah memberitakan tantang diri-Nya bahwa Dia istiwa’ (berada di atas) ‘arsy (singgasana) Nya di dalam tujuh tempat dalam al-Qur’an. Allâh Azza wa Jalla berfirman: الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ Rabb yang Maha Pemurah berada di atas ‘Arsy. [Thȃha/20: 5] Adapun ayat-ayat yang lain adalah: surat Al-A’râf, ayat ke-54; surat Yûnus, ayat ke-3; surat ar-Ra’du, ayat ke-2; surat al-Furqân, ayat ke-59; surat as-Sajdah, ayat ke-4; Al-Hadîd, ayat ke-4. ‘Arsy secara bahasa artinya singgasana; kursi tempat duduk raja. Adapun ‘arsy Allâh Azza wa Jalla, sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil, adalah tempat duduk yang memiliki kaki-kaki, dipikul oleh para malaikat, dan ‘arsy itu seperti kubah di atas alam, dan merupakan atap seluruh makhluk. ALLAH BERADA DI ATAS Berita Allâh Azza wa Jalla di banyak ayat al-Qur’an bahwa Dia berada di atas. Antara lain, firman Allâh Azza wa Jalla : بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا Tetapi (yang sebenarnya), Allâh telah mengangkat Isa kepada-Nya dan adalah Allâh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [An-Nisa’/4:158] Allâh Azza wa Jalla mengangkat Nabi ‘Isa Alaihissallam kepada-Nya. Mengangkat adalah memindahkan sesuatu dari bawah ke atas. Dalam ayat di atas, dijelaskan bahwa Allâh Azza wa Jalla mengangkat nabi ‘Isa kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allâh Azza wa Jalla berada di atas. ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT Berita Allâh Azza wa Jalla di dalam ayat-ayat al-Qur’an bahwa Dia berada di atas langit. Allâh Azza wa Jalla berfirman: أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ﴿١٦﴾ أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ Apakah kamu merasa aman terhadap Allâh yang berada di atas langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allâh yang berada di atas langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? [Al-Mulk/67:16-17] DALIL DARI HADITS Demikian juga dalam beberapa hadits Nabi terdapat banyak sekali dalil tentang keberadaan Allâh Azza wa Jalla di atas langit, di atas ‘arsy-Nya. Di antaranya adalah hadits Isra’ Mi’raj Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; hadits naiknya para Malaikat penulis amal manusia menghadap Allâh Azza wa Jalla setiap waktu Ashar dan Shubuh; hadits naiknya para Malaikat untuk menghadap Allâh Azza wa Jalla dengan membawa ruh orang yang telah mati dan lainnya. Termasuk dalil yang paling terkenal dalam hal ini adalah hadits jariyah (seorang budak wanita) sebagaimana berikut ini: Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu anhu berkata: Dahulu aku memiliki seorang budak wanita yang menggembalakan kambing-kambing milikku di daerah antara gunung Uhud dan Jawwaniyyah. Suatu hari aku menelitinya, ternyata ada seekor serigala yang membawa seekor kambing dari kambing-kambing budak wanita itu. Aku adalah manusia biasa, aku terkadang marah sebagaimana mereka marah. Maka aku menamparnya dengan sangat keras. Kemudian aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan hal itu perkara yang besar terhadapku. Aku bertanya,“Wahai Rasûlullâh! tidakkah aku merdekakan dia?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bawa dia kepadaku”. Maka aku membawanya menghadap Beliau. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Di manakah Allâh?” Wanita itu menjawab, “Di atas langit”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Siapakah saya?” Wanita itu menjawab, “Anda adalah utusan Allâh”. Beliau bersabda, “Merdekakan dia, sesungguhnya dia seorang wanita mukminah”. [HR. Muslim, no. 537; dan lain-lain)