У нас вы можете посмотреть бесплатно " Qira’ah Mubadalah atas Hadits-hadits Missogini: Telaah Kritis Pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir” или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Isu mengenai penafsiran ulang terhadap teks-teks keagamaan dengan pendekatan baru dalam beberapa dekade terakhir semakin gencar dalam diskursus pemikiran Islam kontemporer. Wacana ini banyak dikembangkan oleh sejumlah cendekiawan Muslim modern. Salah satu tokoh yang aktif mengusung gagasan tersebut adalah Faqihuddin Abdul Kodir. Upaya reinterpretasi ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa sebagian teks keagamaan yang terdapat dalam literatur klasik dipahami secara tekstual, sehingga menghasilkan penafsiran yang dinilai kaku, berpotensi bias gender, serta tidak mempertimbangkan realitas sosial yang terus berkembang. Melalui bukunya, "Perempuan Bukan Sumber Fitnah", Faqihuddin mengkaji kembali metode takhrij hadis dalam tradisi keilmuan klasik yang dinilai dapat melahirkan tafsir yang bias gender dan cenderung menempatkan perempuan dalam posisi subordinatif. Sebagai alternatif, Faqihuddin menawarkan pendekatan Qirā’ah Mubādalah, yaitu cara membaca teks keagamaan dengan menekankan prinsip kesalingan (reciprocity) antara laki-laki dan perempuan melalui pendekatan hermeneutika yang kontekstual.