У нас вы можете посмотреть бесплатно KERATON KUTO BESAK (BENTENG KUTO BESAK), KERATON MILIK KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM YG TERLUPAKAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KERATON KUTO BESAK (BENTENG KUTO BESAK), KERATON MILIK KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM YG TERLUPAKAN... Hari ini Selasa, 20 Pebruari 2024, merupakan hari dimana sebuah kompleks bangunan Istana atau Keraton dari Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) diresmikan sebagai sebuah Istana/Keraton atau sebagai tempat tinggal resminya dan sejak itu Kompleks Istana/Keraton yang disebut “Kuto Besak” ini dipergunakan sebagai kediaman resmi sekaligus tempat mereka menjalankan pemerintahan di Palembang. Sebagaimana tercatat dalam naskah Hikayat Palembang, yang catatan aslinya sekarang masih tersimpan di Perpustakaan Leiden dengan nomor HMb Cod.Or.2276, menyebutkan pada tahun hijriah Seribu Dua Ratus Sebelas kepada Tiga Likur hari, bulan Syakban, hari Isnin pagi hari atau Hari Senin, 23 Syakban 1211 H, adalah hari dimana Sultan Muhammad Ba’hauddin (Sultan KPD ke-6) berpindah ke Istana atau Keraton Kuto Besak itu. Namun sayangnya keberadaan Istana atau Keraton Kuto Besak dari Kesultanan Palembang Darussalam itu sekarang sudah berganti nama dan lebih dikenal sebagai Benteng Kuto Besak atau dengan singkatan BKB. Perubahan nama ini terjadi saat Istana atau Keraton Kuto Besak dikuasai oleh Kerajaan Belanda pada tahun 1821 dengan beberapa kali Perang Benteng (tiga kali) sebelumnya dan saat itu Kerajaan Belanda berhasil menggulingkan kekuasaan Sultan Ahmad Najamuddin (III) Pangeran Ratu Muhammad Tjing Djamaluddin, anak dari (Suhunan) Mahmud Badaruddin Pangeran Ratu atau sekarang lebih dikenal sebagai Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), untuk digantikan dengan Sultan Ahmad Najamuddin IV Prabu Anom yang Kerajaan Belanda inginkan. Setelah melakukan penggantian sultan diatas dan tiga kali melakukan penyerang, Kerajaan Belanda tidak mempunyai dana lagi untuk membangun sebuah Benteng baru sebagai pusat pertahanan mereka di Palembang, sehingga mereka lebih memilih memodifikasi Istana atau Keraton Kuto Besak itu sebagai Benteng Pertahanannya. Selanjutnya Kerajaan Belanda meruntuhkan dan merobohkan semua bangunan dan isi Keraton yang ada didalam Tembok Besar yang mengelilingnya dan hanya menyisakan Tembok Besar itu sendiri sebagai bangunan pelindung atau Benteng pertahanan mereka. Untuk itulah mereka membangun bangunan-bangunan baru didalamnya dan disesuikan dengan kebutuhan sebuah benteng pertahanan serta tempat tinggal bagi serdadunya. Maka daripada itu, setelah itulah bangunan Istana/Keraton Kuto Besak, selanjutnya dikenal dengan nama Benteng Kuto Besak (BKB) sampai saat ini dan sangat disayangkan sekali, setelah periode Kemerdekaan sekarang ini, BKB ini pun diambil alih fungsikan juga dan dipergunakan sebagai Kantor Kesehatan Komado Daerah Militer II Sriwijaya. Adalah William Thorn, seorang perwira Kerajaan Inggris, yang pada tahun 1812 M, ikut serta dalam ekspedisi penyerangan East India Company (EIC) atau Kerajaan Inggris ke Palembang, saat itu telah membuat sketsa peta jantung Kota Palembang itu, dan dicatat dalam bukunya "The Conquest of Java" yang terbit pada tahun 1815. Dalam buku tersebut Thorn juga membuat denah lengkap dan detail keraton Kesultanan Palembang. Dari catatan Torn ini, jelas beliau menyebutkan sebagai Istana Sultan atau Keraton untuk tempat tinggal para sultan, dan tidak pernah menyebutkannya sebagai sebuah Benteng pertahanan. William Torn jelas merinci detailnya lokasi beberapa bangunan yang ada didalam Keraton ini, sepert keberadaan; Istana Sultan, Kepuntren, Gerbang Utama, Pasebahan dan ruang tempat menerima tamu. Dari uraian singkat diatas jelas sekali bahwa Benteng Kuto Besak (BKB) dahulunya adalah sebuah Istana atau Keraton dari Kesultanan Palembang Darussalam. Seharusnya sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah pusat untuk tidak menyerahkankan Istana atau Keraton kebanggaan masyarakat Palembang ini kepada yang lebih berhak dan dimana Keraton itu nantinya juga dapat menjadi sebuah Situs Sejarah yang penting dan akan menjadi salah satu ikon pariwisata besar bagi masyarakat Palembang dan Indonesia umumnya. Dan selanjutnya anomali BKB ini dapat mendatangkan manfaat yang jauh lebih besar dibanding saat ini yang hanya difungsikan terus sebagai kantor dan Benteng Pertahanan saja… Info Selanjutnya dan Permintaan Narasumber, hubungi Komunitas True Back History di : Hp 08159376987 dan 081386205109 Memberikan Wawasan Baru tentang sejarah di Nusantara (Indonesia Sekarang) Providing new insights about history in the archipelago (Indonesia Today) Terdiri dari Pemerhati Sejarah dan Profesional di bidang Riset Sejarah dan eksplorasi sejarah. Consisting of History Observers and Professionals in the field of Historical Research and historical exploration Dikelola Oleh HG Sutan Adil Blog : https://www.kompasiana.com/sutanadili... Email : gustav.acommerce98@gmail.com FB : / sutan.adil Youtube : / @truebackhistoryofficial4204