У нас вы можете посмотреть бесплатно Universitas Halu Oleo (UHO) || Video Drone Kampus Hijau Bumi Tridharma Unhalu Kendari или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Universitas Halu Oleo (UHO) || Video Drone Kampus Hijau Bumi Tridharma Unhalu #uho #unhalu #kampusnegeri Universitas Halu Oleo secara historis pendiriannya diinisiasi oleh Drs. H. La Ode Manarfa (Sultan Buton Ke-39) di Bau-Bau Kabupaten Sulawesi Tenggara (Kota Baubau) pada tahun 1960-an, hingga lahirlah Universitas Sulawesi Tenggara. Bukan hanya ide yang disampaikan oleh Drs. H. La Ode Manarfa, tetapi juga materi yang dipergunakan dalam memperlancar proses perkuliahan kampus tersebut, adapun pendirian kampus ini kemudian disambut hangat oleh berbagai kalangan di Sulawesi Tenggara saat itu. Kampus Universitas Sulawesi Tenggara saat itu berlokasi di Kamali yang berlokasi di Kelurahan Wale. Kini bekas tempat Universitas Sulawesi Tenggara tersebut dikenal dengan sebutan Istana Ilmiah [Palace of Wisdom] yang sehari-hari digunakan sebagai tempat perkuliahan yang diselenggarakan oleh Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Baubau. Sebelum bernama Universitas Halu Oleo dengan singkatan UNHALU atau UHO seperti yang dikenal saat ini, kampus ini dulunya bernama Universitas Haluoleo atau disingkat Unhol. Pada waktu yang lebih lawas pula sebenarnya kampus ini bernama Univ. Sulawesi Tenggara. Kampus ini didirikan di Kota Bau-Bau yang saat itu menjadi Ibu Kota Kab. Sulawesi Tenggara. Seiring dengan berdirinya Provinsi Sultra dari yang tadinya Kab. Sulawesi Tenggara sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara maka Universitas Sulawesi Tenggara dengan aset-aset bergeraknya yang ada di Kota Bau-Bau dipindahkan ke Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Setelah sampai di Kendari, pada tahun 1964 Universitas Sulawesi Tenggara lalu kemudian diubah namanya menjadi Universitas Haluoleo dengan singkatan Unhol yang selanjutnya menjadi perguruan tinggi swasta yang filial dengan Universitas Hasanuddin di Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari: - Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Fak. Ekonomi - Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Fak. Pertanian. Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap. Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU. Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO. Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 2960 desa, 133 kecamatan, 10 kabupaten dan 2 Kotamadya yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 2,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan. Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang Ksatria kharismatik di Sulawesi Tenggara ratusan tahun silam. Haluoleo selain dikenal sebagai seorang yang bijak, juga dikenal sebagai pria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari. Berdasarkan Surat Edaran Rektor Nomor 2190/UN29/SE/2013 tanggat 10 Juli 2O13, penulisan nama Universitas Haluoleo berubah menjadi Universitas Halu Oleo disesuaikan dengan penulisan nama universitas ini dalam Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 37 Tahun 1981 tentang Pendirian Universitas Halu Oleo. Singkatannya pun berganti menjadi UHO. (Sumber:wikipedia)