У нас вы можете посмотреть бесплатно Sehari 3 Motor Digasak, Bekuk Spesialis Curanmor или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Aroundjakarta – Aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Cinere dan Limo akhirnya terungkap. Tiga orang pelaku dibekuk aparat Polsek Cinere setelah terendus mencuri sepeda motor milik seorang pedagang bakso. Dalam pemeriksaan, ketiganya mengaku telah mencuri 16 motor hanya dalam waktu tiga bulan. Pengungkapan bermula dari laporan VA, pedagang bakso yang kehilangan motornya saat sedang berjualan di dekat SPBU Jalan Raya Gandul, Minggu malam (8/6). Korban yang kala itu sedang sibuk melayani pembeli, tak menyadari motornya raib. Ia baru tersadar sekitar pukul 20.30 WIB. “Motornya diparkir di samping kios, dan karena korban fokus berdagang, dia tidak memperhatikan kendaraan,” kata Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiholan, Rabu (11/6). Untungnya, motor korban sudah dilengkapi pelacak GPS. Posisi kendaraan terdeteksi berada di kawasan Jalan Pendidikan, Limo. Korban pun segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat dan diteruskan ke tim Reskrim Polsek Cinere. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Firman langsung mendatangi lokasi bersama korban. Motor VA ditemukan di lantai dasar sebuah rumah kontrakan. Polisi kemudian menggerebek lantai dua kontrakan tersebut, setelah berkoordinasi dengan ketua RT. Tiga pria yang berada di lokasi tak bisa berkutik. Bersama mereka, polisi menyita sembilan sepeda motor dari berbagai merek, dua kunci letter T berikut mata kuncinya, satu airsoft gun yang sudah rusak, satu bilah badik, sejumlah plat nomor palsu, serta tiga STNK. Tiga pelaku masing-masing berinisial HDP (32), RF (21), dan MRA (23). HDP disebut sebagai otak pencurian sekaligus eksekutor utama. RF bertugas membawa motor hasil curian, sedangkan MRA berperan sebagai pengintai. “Motor hasil curian langsung mereka jual lewat sistem COD, biasanya laku antara satu hingga dua juta per unit,” terang AKP Pesta. Sasaran mereka acak, mulai dari motor yang diparkir di minimarket, depan kios, hingga pinggir jalan. Umumnya, mereka beraksi saat malam hari antara pukul 18.00 hingga 22.00, ketika situasi di lapangan mulai lengah. Dari pengakuan pelaku, teknik pencurian dipelajari dari video di internet dan pengalaman teman-teman yang pernah dipenjara. Setelah berhasil mencuri, pelaku langsung mengganti plat nomor dengan yang palsu untuk menghindari pelacakan. Selama tiga bulan beraksi, ketiganya berhasil menggondol 16 motor. Sembilan unit sudah diamankan sebagai barang bukti, sementara sisanya masih dalam pencarian. “Kami akan terus kembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat. Masyarakat kami imbau lebih waspada, tambahkan kunci pengaman ganda, karena dengan kunci letter T, mereka hanya butuh beberapa detik untuk membawa kabur motor,” pungkas Kapolsek. #kotadepok #curanmor #polresdepok #polsekcinere