У нас вы можете посмотреть бесплатно Musikalisasi puisi "Di Antara Langkah dan Pengampunan", instrumen oleh Takut-Idgitaf. или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tugas Bahasa Indonesia! Musikalisasi puisi "Di Antara Langkah dan Pengampunan", instrumen oleh Takut-Idgitaf. Nama anggota : 1. Fatma Erin Anjani (10) 2. Salzabilla Nur Aini (25) 3. Sherindita Jennie Karena (27) 4. Tahnia Nurul Hikmah (29) 5. Vanessa Az Zahra (32) 6. Vega Manda Marisya (33) Kelas : XI-P3 lirik Takut-Idgitaf : Sudah di kepala dua Harus mulai dari mana? Ambisiku bergejolak, antusias tak karuan Banyak mimpi-mimpi yang 'kan kukejar Lika-liku perjalanan Ku terjebak sendirian Tumbuh dari kebaikan, bangkit dari kesalahan Berusaha pendamkan kenyataan bahwa Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak seindah yang kukira Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak sekuat yang kukira Aku tetap bernafas Meski sering tercekat Aku tetap bernafas Meski aku tak merasa bebas Pertengahan 25 Selanjutnya bagaimana? Banyak mimpi yang terkubur, mengorbankan waktu tidur Ku tak tahu apa lagi yang 'kan kukejar Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak seindah yang kukira Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak sekuat yang kukira Aku tetap bernafas Meski sering tercekat Aku tetap bernafas Meski aku tak merasa bebas, ho-oh-ho-oh Maaf jika Belum seturut yang dipinta Maaf jika Seperti tak tahu arah Lirik oleh puisi kami : Takut-Idgitaf Sudah di kepala dua Harus mulai dari mana? Ambisiku bergejolak, antusias tak karuan Banyak mimpi-mimpi yang 'kan kukejar Lika-liku perjalanan Ku terjebak sendirian Tumbuh dari kebaikan, bangkit dari kesalahan Berusaha pendamkan kenyataan bahwa Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak seindah yang kukira (2x) Aku tetap bernafas Meski sering tercekat Aku tetap bernafas Meski aku tak merasa bebas Pertengahan 25 Selanjutnya bagaimana? Banyak mimpi yang terkubur, mengorbankan waktu tidur Ku tak tahu apa lagi yang 'kan kukejar Takut tambah dewasa Takut aku kecewa Takut tak seindah yang kukira (2x) Aku tetap bernafas Meski sering tercekat Aku tetap bernafas Meski aku tak merasa bebas Maaf jika Belum seturut yang dipinta Maaf jika Seperti tak tahu arah lirik oleh puisi kami "Di Antara Langkah Dan Pengampunan" : Aku sering lupa arah Aku sibuk ke dunia Hati rapuh iman lemah Meski ragu kumelangkah Ada doa² yang kupanjatkan Perjalananku yang rumit Kutenggelam dalam angan Ada mimpi dan harapan Jangan takut kegagalan Berusaha yakinkan kenyataan akan Aku sudah dewasa Aku takut kecewa Takut tak sesuai yang kuduga Aku sudah dewasa Aku takut kecewa Takut tak sesuai yang kuduga Aku tetap melangkah Meski takut merekah Aku tetap melangkah Meski sering tak merasa bebas Banyak beban yang ku pikul Ku paksakan tanpa ampun Tapi aku tau bahwa Kaulah jawaban segalanya Yang siap mendengar ku kapanpun itu Aku sudah berbeda Aku takut dengan-Nya Takut akan pembalasan kelak Aku sudah berbeda Aku takut dengan-Nya Takut akan pembalasan kelak Aku tetap berdoa Mohonkan pengampunan Sujud setiap malam Meski banyak godaan di dada Maaf jika, ku belum bisa tepati kelimanya Maaf jika seperti tak tau arah Puisi yang kita buat ini menggambarkan perjalanan batin seseorang yang sedang berproses menuju kedewasaan, namun masih sering merasa tersesat arah dalam hidupnya. Ada pengakuan jujur tentang kelemahan diri—iman yang rapuh, hati yang mudah goyah, serta rasa takut akan kegagalan dan pembalasan Tuhan.