У нас вы можете посмотреть бесплатно Arab Saudi Diprediksi Mulai Puasa Ramadan 19 Februari 2026, Ini Penjelasannya! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kerajaan Arab Saudi tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Persiapan itu dicapai dengan cara melakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal secara langsung. Dijadwalkan rukyatul hilal akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang. Berdasarkan laporan dari The Islamic Information, Mahkamah Agung Arab Saudi nantinya akan menyerukan kepada seluruh umat Muslim di wilayah Kerajaan untuk ikut serta memantau munculnya hilal pada Selasa petang. Jika hilal terlihat pada petang tersebut, maka malam itu akan menjadi malam pertama tarawih dan puasa dimulai keesokan harinya, yakni 18 Februari. Namun, apabila bulan tidak terlihat karena faktor cuaca atau posisi astronomis, maka bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), dan Ramadhan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Ramadhan 2026 diprediksi akan berlangsung dalam suasana musim dingin di Arab Saudi. Hal ini memberikan durasi puasa yang sedikit lebih pendek dan cuaca yang lebih sejuk bagi para jemaah yang menjalankan ibadah umrah. Pakar astronomi menyebutkan bahwa posisi bulan pada tanggal 17 Februari mendatang kemungkinan besar memungkinkan untuk dilihat menggunakan alat optik. Meskipun kondisi atmosfer di lokasi pengamatan tetap memegang peranan kunci. Sementara itu, Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa Selasa, 20 Januari 2026, menandai dimulainya bulan Sya'ban. Mengutip Middle East Briefing, bulan dalam kalender Islam berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada pengamatan penampakan bulan. Berdasarkan kerangka kerja ini, Ramadhan di UEA diperkirakan akan dimulai pada hari Rabu, 18 Februari atau Kamis, 19 Februari 2026. Proyeksi astronomi saat ini cenderung mengarah pada hari Kamis, 19 Februari sebagai hari pertama puasa. Meskipun hal ini masih bergantung pada pengamatan lokal. Untuk Hari Raya Idul Fitri, UEA memproyeksikan jatuh antara pada tanggal 19 Maret dan 21 Maret 2026, tergantung pada awal dan lamanya Ramadhan. Rentang potensial ini penting untuk tenggat waktu proyek, periode pelaporan keuangan, dan perencanaan cuti terkait liburan di kantor-kantor regional di UEA, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Bagaimana dengan Indonesia? Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan gambaran awal terkait pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan tahun 2026. Peneliti Senior Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Jamaluddin, mengungkapkan adanya potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H di Indonesia. Hal ini akibat perbedaan kriteria yang digunakan oleh berbagai organisasi Islam dan pemerintah. Melalui akun YouTube tdjamaluddin, Thomas mengatakan 1 Ramadhan 1447 H di Indonesia jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Thomas menerangkan, pada saat magrib tanggal 17 Februari 2026, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Menurut kriteria MABIMS, hilal dapat dilihat dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat secara geosentrik. Di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut. Dengan demikian, menurut kriteria MABIMS yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam di Indonesia, 1 Ramadhan 1447 kemungkinan besar akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Di sisi lain, terdapat ormas Islam yang menggunakan kriteria Turki dalam penetapan awal bulan Hijriah. Kriteria ini memiliki standar yang berbeda, yakni tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Menariknya, pada tanggal 17 Februari 2026 tersebut, kriteria ini sudah terpenuhi di wilayah Amerika dan Alaska. Adanya potensi perbedaan ini kembali menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi di tengah masyarakat. Thomas berharap ulasan astronomi ini dapat memberikan pencerahan dan inspirasi bagi umat Muslim dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, terlepas dari perbedaan metode yang digunakan. Penetapan resmi awal Ramadhan oleh pemerintah nantinya tetap akan menunggu hasil sidang isbat yang biasanya digelar oleh Kementerian Agama dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal di seluruh titik di Indonesia. (Tribun-Video.com/Tribunews.com) https://www.tribunnews.com/internasio... Program: Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Irvan Nur Prasetyo