У нас вы можете посмотреть бесплатно Tiba di Tarakan, Jenazah Pilot Pelita Air Langsung Dilakukan Pemulasaran dan Diterbangkan ke Jakarta или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Sekitar pukul 12.30 WITA, Pesawat MAF nomor registrasi PK MEE tiba di apron Lanud Anang Busra Tarakan, Jumat (20/2/2026). Peswat PK MEE baru saja tiba dari Long Bawan mengangkut jenazah pilot Capt. Henrich, pilot Pelita Air PK-PAA. Turut hadir Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, Kakansar Tarakan, Syahril, perwakilan KNKT, perwakilan Airnav, perwakilan Pelita Air, perwakilan kepolisian dalam prosesi penjemputan. Tiba di apron Lanud Anang Busra, jenazah pilot tampak terbungkus kantong jenazah berwarna oranye dikeluarkan dari PK-MAE. Kemudian diserahterimakan oleh Kakansar Tarakan bersama Danlanud Anang Busra kepada perwakilan Pelita Air. Dikatakan Danlanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, jenazah Captain Hendrick Lodwig Adam diterbangkan dari Long Bawan menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan nomor registrasi PK-MAE dan mendarat di Lanud Anang Busra pukul 12.25 WITA. Komandan Lanud Anang Busra, Andreas A. Dhewo, menyampaikan bahwa proses pemindahan jenazah berjalan lancar berkat kolaborasi lintas instansi. “Pesawat MAF PK-MAE berangkat dari Long Bawan pukul 11.38 WITA dan mendarat di Lanud Anang Busra pukul 12.25 WITA membawa jenazah Captain Hendrick Lodwig Adam,” ujarnya. Sebelumnya, pesawat MAF berangkat dari Tarakan pukul 10.20 WITA menuju Long Bawan dan tiba sekitar pukul 11.10 WITA untuk proses penjemputan jenazah. Setibanya di Tarakan, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Udara menuju lokasi pemulasaran di kawasan Gunung Lingkas. “Setelah tiba di sini, jenazah langsung dibawa ke tempat pemulasaran di Gunung Lingkas. Selanjutnya akan diberangkatkan melalui kargo menggunakan maskapai Batik Air menuju Jakarta sekitar pukul 14.35 WITA,” jelasnya. Setelah proses pemulasaran selesai, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga yang berada di Bogor. “Setelah tiba di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada keluarga. Untuk proses pemakaman, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak keluarga,” tambahnya. Sebagai informasi, jenazah sebelumnya telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian yang berjarak sekitar 3 hingga 5 kilometer dari area bandara di Long Bawan, dengan kondisi medan berbukit, licin dan cukup terjal. Menurut Marsma TNI Andreas, evakuasi tidak mudah mengingat kondisi geografis di lokasi kejadian. “Medannya berbukit-bukit, sangat licin dan terjal. Namun berkat kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik antara seluruh stakeholder, Alhamdulillah jenazah bisa ditemukan dan segera dievakuasi,” katanya. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, otoritas bandara, AirNav, hingga unsur penerbangan lainnya. “Kami dari pihak Angkatan Udara mendukung penuh proses evakuasi sejak kejadian kemarin. Terima kasih kepada seluruh stakeholder bidang penerbangan, termasuk KNKT, Pelita Air, pihak bandara, serta rekan-rekan TNI-Polri dan masyarakat yang turut membantu,” ungkapnya. Menurutnya, kolaborasi dan koordinasi yang solid menjadi kunci cepatnya proses evakuasi hingga pemulangan jenazah ke keluarga. “Ini bentuk kerja sama yang sangat baik. Semua bergerak cepat, saling mendukung, sehingga jenazah dapat segera kita kirim ke Jakarta hari ini,” tutupnya. Dengan tibanya jenazah di Tarakan dan segera diterbangkan ke Jakarta, proses penanganan korban insiden pesawat di Krayan memasuki tahapan akhir sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*) Penulis: Andi Pausiah