У нас вы можете посмотреть бесплатно Gen Z vs Milenial di Dunia Kerja 2026: Siapa yang Lebih Adaptif? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Di tahun 2026, wajah dunia kerja Indonesia berubah drastis seiring dengan dominasi Gen Z. Seringkali dicap "sulit diatur" atau "penuntut", video investigasi ini membedah apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Melalui data BPS dan survei Deloitte, tim Misjudged Generation mengeksplorasi pergeseran nilai kerja dari loyalitas buta menuju fleksibilitas dan kebermaknaan hidup. Apakah ini krisis etos kerja, atau justru evolusi menuju profesionalisme yang lebih sehat? Kami melakukan investigasi langsung ke Beon Intermedia HQ untuk mewawancarai dua narasumber dengan perspektif berbeda: Pak Hendry Yoga Priyanto (Milenial): Menjelaskan bahwa di Jagoan Hosting/Beon, etos kerja tidak dibatasi usia, melainkan tanggung jawab. Beliau memaparkan bagaimana budaya BeonTop (Balance & Excellence) menyatukan perbedaan pola pikir antara Milenial yang lebih pragmatis dan Gen Z yang mendambakan fleksibilitas. Kak Syahrul Farhan (Gen Z): Mengungkap bahwa lingkungan ideal bagi Gen Z adalah tempat yang memberikan ruang berkembang dan rasa dihargai. Beliau menegaskan bahwa Work-Life Balance adalah prioritas untuk menghindari burnout, serta menjelaskan mengapa kemudahan akses kerja remote membuat Gen Z lebih berani mencari Career Path baru. Dari investigasi ini, kami mendapatkan pembelajaran berharga bahwa: 1. Budaya Melampaui Generasi: Budaya perusahaan yang sehat (seperti sistem berbasis target, bukan jam kerja) terbukti bisa menyatukan Milenial dan Gen Z tanpa konflik berarti. 2. Fleksibilitas adalah Kebutuhan: Baik Milenial maupun Gen Z sama-sama menginginkan fleksibilitas, hanya cara penyampaian dan intensitasnya yang berbeda. 3. Gap Sebagai Kekuatan: Perbedaan sudut pandang antara senior dan junior bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk saling belajar dan memperkuat tim (Sila ke-4 Pancasila). 4. Sapa Temen Bakal Tinemu: Kesuksesan finansial dan karier tetap memerlukan ketekunan dan keseriusan, namun cara mencapainya harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman. DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK - MISJUDGED GENERATION • Host/Reporter: Cila Davina Amalia • Produser: Fahim Ahda Maula • Scriptwriter: Ulil Naumi Putri & Muhammad Zulkarnaen • Videographer: Aditya Dwiki Kurniawan • Editor: Rafael Frandhika #MokletKebekerjaan #Kokurikuler #Misjudged_Generation #SMKTelkomMalang #SMKBisa @smktelkom_mlg @dinaspendidikanprovinsijaw2925 @yayasanpendidikantelkom8215 @dikdasmenRl