У нас вы можете посмотреть бесплатно Ribuan Warga Palestina Padati Masjid Al-Aqsa untuk Laksanakan Tarawih Pertama, Israel Batasi Akses или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Ribuan warga Palestina memadati Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat tarawih pada hari pertama Ramadan, meski Israel menyiapkan pembatasan akses ke kompleks suci tersebut selama bulan suci, Rabu (18/2/2026). Rekaman yang beredar di media daring menunjukkan jamaah memenuhi ruang salat tertutup maupun halaman terbuka Masjid Al-Aqsa. Polisi Israel terlihat berada di dalam kompleks dan bergerak di antara para jamaah selama pelaksanaan tarawih, menimbulkan ketegangan tersendiri di tengah suasana ibadah. Meskipun menghadapi tekanan politik dan keamanan, warga Palestina tetap berupaya menjaga tradisi Ramadan. Tarawih pertama di Masjid Al-Aqsa menjadi simbol keteguhan iman dan semangat masyarakat untuk tetap menjalankan ibadah di tengah situasi sulit. Sebelumnya, mantan Mufti Besar Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, menyatakan penyesalannya atas rencana Israel yang membatasi akses umat Muslim ke masjid tersuci ketiga di dunia ini. Ia menekankan bahwa pembatasan tersebut bisa mengganggu tradisi serta hak beribadah warga Palestina. Sementara itu pasca Mufti Agung Yerusalem dan wilayah Palestina, Sheikh Mohammed Hussein, menegaskan bahwa Rabu, 18 Februari, menandai awal Ramadan bagi warga Palestina mulai berbondong-bondong mempersiapkan Ramadan. Antusiasme warga tidak hanya terlihat di Masjid Al-Aqsa. Di Jalur Gaza, suasana Ramadan juga mulai terasa sejak Selasa malam. Warga beramai-ramai ke pasar lokal untuk membeli kebutuhan berbuka puasa. Namun, mereka menghadapi kesulitan besar dalam mengakses pangan dan air bersih akibat perang berkepanjangan serta pembatasan masuknya bantuan oleh Israel.(*) Editor Video: Wahyu Triono