У нас вы можете посмотреть бесплатно ON TRENDING !! PERNIKAHAN NING UMI LAILA DAN GUS ANAS || PESAN PENTING ABAH ANZA UNTUK SUAMI ISTRI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#ningumilaila #khanwarzahid Sesuai dengan permintaan Anda, rangkuman ini disusun menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, sopan, dan formal. Pendahuluan Video ini menayangkan acara Tabligh Akbar yang dihadiri oleh KH. Anwar Zahid di Jantiharjo, Karanganyar. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Wakil Bupati Karanganyar, aparat TNI/Polri, serta ribuan jamaah. Poin-Poin Utama Ceramah 1. Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Pilihan Allah: KH. Anwar Zahid membuka ceramah dengan menyampaikan bahwa tidak semua orang bisa hadir di majelis ilmu, meskipun rumahnya dekat. Kehadiran seseorang di majelis taklim adalah tanda bahwa ia dipilih dan mendapat undangan dari Allah SWT serta Rasulullah SAW. Taman Surga: Beliau mengutip hadis Nabi yang menyebut majelis ilmu dan zikir sebagai Raudhatul Jannah (Taman Surga). Siapa pun yang hadir di dalamnya dijanjikan pengampunan dosa sebelum mereka meninggalkan tempat tersebut. 2. Pentingnya Berkumpul dengan Orang Saleh dan Ulama Analogi Lingkungan: Beliau memberikan analogi sederhana namun mendalam: jika ingin wangi, dekatlah dengan penjual minyak wangi; jika ingin terlihat langsing, duduklah di samping orang yang lebih gemuk. Begitu pula jika ingin mendapatkan keberkahan ilmu agama, seseorang harus sering berkumpul dengan para ulama. Ilmu Praktis dari Ulama: Beliau menjelaskan bahwa orang awam mungkin sulit memahami kitab-kitab kuning yang rumit atau belajar bertahun-tahun di pesantren. Namun, dengan hadir di pengajian, jamaah mendapatkan "sari pati" ilmu yang sudah matang dan siap diamalkan, tanpa harus melalui proses belajar yang panjang dan berat seperti para kiai. 3. Mahabbah (Cinta) kepada Rasulullah SAW Cinta dan Mengikuti: KH. Anwar Zahid menekankan sebuah kaidah: "Cinta tanpa mengikuti adalah dusta, dan mengikuti tanpa cinta terasa hampa." Mengikuti sunnah Nabi harus didasari rasa cinta agar terasa ringan dan nikmat. Kekuatan Cinta: Beliau menganalogikan bahwa cinta dapat mengubah yang berat menjadi ringan (seperti suami yang kuat membonceng istri meski menanjak karena cinta). Hidup tanpa cinta kepada Nabi dan Allah akan membuat hati mengeras dan mati. 4. Peran Guru Ngaji dan Sanad Keilmuan Menghormati Guru Masa Kecil: Beliau mengingatkan jamaah untuk tidak melupakan jasa guru-guru ngaji di musala atau langgar yang mengajarkan dasar-dasar agama (seperti alif-ba-ta dan tata cara salat). Jangan sampai jamaah hanya mengidolakan penceramah terkenal di media sosial namun melupakan guru yang meletakkan fondasi iman mereka. Kritik terhadap Slogan "Kembali ke Quran dan Hadis" secara Sembarangan: Beliau mengkritik fenomena orang yang baru belajar agama namun sudah merasa pintar dan meremehkan ulama dengan dalih "langsung kembali ke Quran dan Hadis". Beliau menegaskan bahwa untuk memahami Quran dan Hadis secara langsung diperlukan perangkat ilmu yang kompleks (Nahwu, Sharaf, Balaghah, dll). Orang awam membutuhkan bimbingan ulama agar tidak salah tafsir. 5. Islam di Indonesia dan Kerukunan Islam yang Indah dan Damai: Beliau memuji Islam di Indonesia sebagai Islam yang paling indah, ramah, dan penuh toleransi di dunia. Tradisi berkumpul (seperti tahlilan, yasinan, manaqiban) adalah perekat sosial yang membuat masyarakat guyub rukun. Filosofi Pohon Rindang: Majelis ilmu dan zikir diibaratkan sebagai pohon rindang yang menyejukkan. Jika "pohon-pohon" ini ditebang (kegiatan agama dilarang atau ditinggalkan), maka suasana kampung akan menjadi "panas", gersang, dan mudah terjadi konflik. 6. Obat Hati dan Keharmonisan Rumah Tangga Sholawat sebagai Pengalihan Positif: Membaca sholawat dan puji-pujian (seperti Tombo Ati) dapat menjadi terapi jiwa. Beliau menyarankan agar bibir senantiasa basah dengan zikir dan sholawat, bukan digunakan untuk mencela atau bertengkar. Nasihat untuk Istri: Beliau memberikan nasihat jenaka kepada para ibu agar menyambut suami pulang kerja dengan wajah cerah dan senyuman, bukan dengan omelan atau wajah masam. Keharmonisan rumah tangga dapat tercipta jika dihiasi dengan zikir dan suasana yang tenang. 7. Filosofi Tawadhu (Rendah Hati) Huruf Wawu: Beliau menjelaskan filosofi huruf Arab "Wawu" yang bentuknya melengkung menunduk. Ini adalah simbol ketawadhuan. Orang yang tawadhu (rendah hati) justru akan diangkat derajatnya oleh Allah (Man tawada’a lillahi rafa’ahu). Manfaat Berkumpul: Berkumpul di majelis juga berfungsi mengikis kesombongan. Orang kaya atau pintar akan sadar bahwa di atas mereka masih ada yang lebih kaya atau lebih alim jika mereka mau bergaul dan melihat dunia luar.