У нас вы можете посмотреть бесплатно Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Pasir Putih Bengkulu, Tim SAR Kerahkan Drone dan Perahu Karet или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pencarian korban kapal nelayan karam di kawasan Muaro Jenggalu yang berbatasan dengan Pantai Pasir Putih Bengkulu kembali dilanjutkan, Senin (6/4/2026). Tim gabungan dari Basarnas bersama instansi terkait kembali menyisir perairan dan pesisir untuk menemukan satu nelayan yang masih dinyatakan hilang. Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Syafril alias Ujang Sidik, warga Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Hingga hari kedua operasi, tim SAR terus mengoptimalkan pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dengan membagi sejumlah sektor pencarian. Pantauan di lokasi, sejak pagi hari tim gabungan telah bersiap di titik awal pencarian. Cuaca yang relatif lebih bersahabat dibandingkan hari sebelumnya dimanfaatkan untuk memperluas area penyisiran, baik di laut maupun daratan sekitar pesisir. Pembagian Regu Pencarian (SRU) Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, menyampaikan bahwa metode pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu masih menggunakan pola yang sama seperti hari sebelumnya, dengan pembagian lima Search and Rescue Unit (SRU). “Untuk alut atau alat utama yang digunakan dalam pencarian hari ini masih sama seperti kemarin. Kami membagi tim menjadi lima SRU untuk memaksimalkan pencarian,” ujar Mega. SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet (LCR) milik Basarnas dengan menyisir jalur dari titik awal perahu korban tenggelam hingga ke titik A sejauh 5 kilometer. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan LCR milik BPBD Kota Bengkulu dari titik yang sama menuju titik B dengan jarak pencarian juga sekitar 5 kilometer. Untuk SRU 3, tim melakukan pencarian menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) dengan cakupan area lebih luas, yakni sekitar 7,2 nautical mile (NM), meliputi beberapa titik koordinat yang telah ditentukan berdasarkan perkiraan hanyutan korban. Sedangkan SRU 4 difokuskan pada penyisiran darat, dengan menyisir garis pantai dari titik awal hingga ke titik G sejauh 5 kilometer. Adapun SRU 5 bertugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone guna membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban dari atas. “Seluruh tim bekerja secara terpadu, baik di laut, darat, maupun udara. Harapannya korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dapat segera ditemukan,” tambah Mega. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu Like fanspage --------- / tribunbengkulu Editor Video: Randa