У нас вы можете посмотреть бесплатно Bisa Lihat Lutung Jawa Langsung di Habitat Aslinya. Gunung Tanggung или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
rute pendakian ini pendek, tapi nanjak dan kita bisa melihat salah satu hewan endemik Indonesia yang terancam punah hidup di habitat aslinya, yaitu Lutung Jawa sobat penasaran, ikuti jelajah kita kali ini selengkapnya hari minggu, saya bangun pagi-pagi dan langsung memacu motor ke arah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru lewat Nongkojajar tapi saya tidak mau ke Gunung Bromo, melainkan ke salah satu spot pendakian di Pasuruan yang bernama Gunung Tanggung yang berada di Pronojiwo kesan pertama kurang menggoda, karena saya sendirian naik motor dikenakan biaya Rp 30.000 padahal spot-spot pendakian premium di Mojokerto seperti Gunung Lorokan tiketnya cuma Rp 10.000 ternyata mungkin, skema pembayaran disini dihitung permotor, bukan perorang karena belum dikelola secara resmi oleh perhutani atau semacamnya, hanya oleh warga lokal dan memang terlihat dari kondisi tempat parkir, pos tiket, maupun akses masuknya trek saat mulai mendaki terlihat biasa saja, bukan hutan lebat yang teduh tapi ada suara yang langsung menyita perhatian saya dan diatas pohon-pohon bambu saya melihat beberapa ekor monyet tapi tidak seperti monyet-monyet yang sering saya jumpai saat mendaki yang ini ekornya panjang sekali, bulunya hitam legam dengan corak putih di muka dan secara umum lebih cakep ternyata ini Lutung Jawa salah satu hewan endemik Indonesia yang terancam punah dalam hati saya langsung tertegun ... busyett, bener-bener gak nyangka bakal ketemu hewan se-eksotik ini di habitat aslinya mudah-mudahan selalu terjaga sayapun segera melanjutkan perjalanan dan langsung terasa ... rute ini nanjak di tengah jalan ternyata disediakan toilet yang fungsional dengan sumber air yang berlimpah dan sebuah gubug estetik yang belum selesai dibangun setelah melewati hutan rute menjadi terbuka dengan bebukitan di kanan kiri dan nanjak lagi saya kembali bertemu sekumpulan lutung jawa sayang tidak bawa kamera DSLR atau Mirrorless dengan dengan lensa tele harusnya ini menjadi momen istimewa yang layak diabadikan dengan proper momen seperti ini juga yang menyadarkan bahwa aktivitas pendakian itu penting karena selain fungsi pengawasan dari perburuan liar juga meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa hewan-hewan ini tidak untuk diburu atau diperdagangkan, tapi untuk dilindungi semenjak aktivitas pendakian menjadi trend, perburuan satwa liar di rute pendakian jauh menurun dulu saat mendaki, jarang sekali saya menjumpai satwa liar eksotik, tapi sekarang lumayan sering mulai ayam hutan sampai rusa besar dan rutenya ... nanjak lagi tapi eh ternyata tiba-tiba sampai puncak tanpa ada pos 1 2 dan semacamnya cuma butuh 45 menitan dari parkiran untuk sampai kesini pendek sekali, tapi memang lumayan nanjak puncaknya berupa punggungan bukit ditengah barisan bukit disekelilingnya walau tidak terlihat seperti itu, tapi sebenarnya tempat ini adalah dataran tinggi jadi suhunya cukup dingin saya berkeliling untuk mencari spot yang nyaman buat beristirahat dan setelah ketemu, berisitrahat agak lama untuk menikmati pemandangannya pertemuan dengan Lutung Jawa tadi terus terngiang-ngiang dipikiran semoga mereka bisa terus lestari disini itu tadi Gunung Tanggung sampai jumpa di jelajah selanjutnya