У нас вы можете посмотреть бесплатно Antrean Murid SD Muhammadiyah Sapen Tembus hingga Tahun 2032, Orang Tua Rela Daftar Sejak Bayi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Fenomena unik itu terjadi di SD Muhammadiyah Sapen, yang lokasinya berada di daerah Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Bagi masyarakat Yogyakarta yang dikenal dengan Kota Pelajar, fenomena antrean pendaftar SD Muhammadiyah Sapen kerap jadi sorotan. Bahkan, tingginya minat masyarakat membuat penitipan dokumen calon peserta didik di sekolah saat ini disebut telah menembus tahun ajaran 2032–2033. Kondisi ini kemudian menjadi perbincangan luas setelah ramai disorot di media sosial. Kabar tentang SD Muhammadiyah Sapen yang menjadi perhatian publik juga dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Ia menilai fenomena tersebut sebagai refleksi mutu, integritas, dan keberhasilan sekolah dalam mendidik generasi penerus bangsa. Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agung Rahmanto, menyadari ramainya perbincangan publik terkait antrean panjang calon murid. Ia menegaskan pentingnya meluruskan konteks agar tidak terjadi kesalahpahaman. Menurut Agung, seleksi penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah Sapen tidak menggunakan tes akademik. Seleksi dilakukan murni berdasarkan usia calon peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menambahkan bahwa latar belakang murid di sekolah tersebut sangat beragam. Ada peserta didik yang sudah lancar membaca, menulis, dan berhitung sejak awal, ada pula yang belum mengenal huruf dan angka. Bahkan, SD Muhammadiyah Sapen juga menerima murid berkebutuhan khusus. Agung menegaskan antrean panjang yang ramai dibicarakan bukanlah pendaftaran resmi. Yang berlangsung saat ini adalah mekanisme penitipan dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga. Proses penerimaan murid baru sendiri baru dilakukan satu tahun sebelum tahun ajaran dimulai. Awalnya, penitipan dokumen hanya dibuka untuk calon murid berusia enam tahun. Namun, tingginya desakan orang tua membuat sekolah akhirnya membuka penitipan dokumen untuk tahun-tahun berikutnya. Bahkan, terdapat orang tua yang menitipkan dokumen anaknya sejak bayi lahir. Kasus termuda tercatat bahwa pendaftar baru saja lahir pada 30 November 2025. Hingga saat ini, penitipan dokumen telah mencapai tahun ajaran 2032–2033 dengan jumlah 148 calon murid. Pada angkatan-angkatan sebelumnya, jumlah penitipan dokumen bahkan pernah melampaui 450 calon murid, sementara kuota penerimaan sekolah hanya 230 murid per angkatan. Agung menegaskan, penitipan dokumen tidak otomatis menjamin diterima. Finalisasi penerimaan dilakukan satu tahun sebelum masuk sekolah dengan mempertimbangkan urutan penitipan dan usia minimal enam tahun sesuai ketentuan Permendikdasmen. Di tengah tingginya minat masyarakat, isu biaya pendidikan juga menjadi sorotan. Agung menegaskan SD Muhammadiyah Sapen tidak hanya melayani keluarga mampu, tetapi juga menjalankan fungsi dakwah melalui skema subsidi silang. Setiap angkatan, 10 persen kuota diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bentuk subsidi bervariasi, mulai dari bantuan sebagian hingga pembebasan biaya penuh. Besaran SPP di sekolah ini juga beragam. Untuk murid dari keluarga kurang mampu, biaya pendidikan bisa Rp 0, bahkan sudah termasuk makan siang dan snack setiap hari. Sementara itu, tarif SPP tertinggi mencapai Rp1.400.000 per bulan dan telah mencakup fasilitas makan. Meski minat masyarakat terus meningkat, pihak sekolah menegaskan tidak akan menambah kuota murid. SD Muhammadiyah Sapen memilih menjaga kualitas layanan pendidikan ketimbang memperbesar jumlah peserta didik. Sekolah tetap berpegang pada Permendikbud Nomor 26 Tahun 2025 yang mengatur pembatasan jumlah rombongan belajar. Sebagai bagian dari peningkatan kualitas, sekolah tengah menyiapkan gedung baru di kawasan Ring Road Barat, Kasihan. Gedung baru tersebut dijadwalkan mulai digunakan pada 13 Juli 2026. Menurut Agung, pembangunan itu bukan untuk menambah kuota murid, melainkan meningkatkan mutu layanan pendidikan yang selama ini telah dipercaya masyarakat. #sd #sekolah #muhammadiyah News Anchor : Alfariska Keisha Syafarina Video Editor : daf Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk dapatkan pengalaman baru Jangan sampai ketinggalan informasi terupdate dan berita pilihan Tribun Jateng. Ikuti saluran kami di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaGG...