У нас вы можете посмотреть бесплатно Banjir Landa Maros, BPBD Catat Delapan Kecamatan Terdampak или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #sempatsurutbanjir #banjir #merendam #delapankecamatan #maros Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Setelah sempat surut, banjir kembali menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (24/2/2026). Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga mencapai satu meter di sejumlah titik permukiman warga. Meski demikian, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah dan belum mengungsi. Banjir susulan ini terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Maros dalam beberapa hari terakhir. Air kembali menggenangi rumah-rumah warga sejak Selasa siang, bahkan di beberapa lokasi ketinggiannya melebihi satu meter. Wilayah terparah dilaporkan berada di Kecamatan Camba dan Kecamatan Marusu, tepatnya di Dusun Kampala. Di lokasi tersebut, akses jalan ke kota Kabupaten Maros terendam air. Warga harus menggunak perahu untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain dipicu hujan ekstrem, kondisi diperparah oleh pasang air laut yang sebelumnya menghambat aliran sungai di muara. Akibatnya, air dari hulu meluap dan merendam kawasan bantaran sungai. Berdasarkan data BPBD Maros, sedikitnya delapan kecamatan terdampak banjir. Kedelapan kecamatan tersebut yakni Camba, Tompobulu, Cenrana, Mallawa, Marusu, Maros Baru, Turikale, dan Lau. Sebagian besar wilayah terdampak berada di bantaran Sungai Maros dan daerah aliran Sungai Walannae. Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan. “Untuk saat ini ada delapan kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Rata-rata ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter," katanya saat ditemui di Kantor BPBD, Selasa (24/2/2025). Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendirikan posko siaga bencana. Nasrul menjelaskan, air sebenarnya sempat surut sehari sebelumnya, namun kembali naik dengan ketinggian relatif sama. "Hingga kini, belum ada laporan warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah yang terdampak merupakan rumah panggung," sebutnya. Ketua RT Dusun Kampala, Sangkala, menyebut banjir kali ini merupakan yang keenam dalam dua bulan terakhir. “Sudah enam kali banjir dalam dua bulan ini. Sempat surut kemarin, sekarang naik lagi. Warga belum ada yang mengungsi, masih bertahan di rumah,” katanya. Sumber foto : Nurul Caption : Banjir merendam Dusun Kampala, Desa Bontomatene, Kecamatan Marusu, usai diterjang hujan intensitas tinggi, Selasa (24/2/2026).Ketinggian air sekitar 30 Cm hingga mencapai satu meter. Reporter: Nurul Hidayah Supporting: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM) Editor: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM)/Sanovra J.R