У нас вы можете посмотреть бесплатно SD Inpres Timika IV, Kedepankan Pendidikan Berbudaya Kearifan Lokal Mimika или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
SD Inpres Timika IV yang berlokasi di distrik wania tepatnya di satuan pemukiman empat (sp4) timika papua dalam perkembangan proses pembelajaran siswa selalu berusaha berbenah untuk peningkatan kapasitas pendidikannya. Dengan menerapkan kurikulum belajar tahun 2013 dan dan kurikulum merdeka sesuai standar pemerintah, pendekatan kearifan lokal mimika juga diterapkan sekolah sebagai bentuk pelestarian budaya. Dikatakan kepala sekolah SD Inpres Timika IV simon rakba, berdasarkan dapodik jumlah siswa terdaftar 688 siswa dengan 25 orang guru pengajar yang berstatus pns maupun honorer dengan 13 ruang kelas yang dimiliki saat ini untuk menampung 25 rombongan belajar siswa. Kekurangan sarana dan prasarana pun dirasakan pihak sekolah dengan jumlah siswa yang dimiliki untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar. Beruntung sejak tahun 2021 dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, simon rakba terus bergerak bersama guru dan komite sekolah melakukan berbagai inovasi. Hasil dari upaya tersebut, dengan anggaran sekolah yang di miliki baik dari bantuan pusat berupa dana bos dan dan bopda perlahan sekolah SD Inpres Timika IV memiliki wajah baru baik itu dari peningkatan kualitas pendidikan, kepercayaan orang tua maupun sarana sekolah. Diantaranya bantuan dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus berupa 1 ruang kelas baru, 6 ruang kelas rehab berat dan 6 toilet rehab berat, selain itu bantuan juga didapatkan dari parjono sebagai anggota dprd mimika berupa 1 ruang kelas baru, pagar tampak depan sepanjang 125 meter serta timbunan 200 ret perbaikan halaman sekolah. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, kebutuhan sarana prasarana masih diperlukan, yang diantaranya tambahan 12 ruang kelas baru, kantor guru, laboratoium ipa dan lab. Komputer sebagai sarana belajar siswa kelas lima untuk mengikuti anbk yaitu penilaian berbasis komputer. Dengan visi mengedepankan pendidikan kearifan lokal, saat ini SD Inpres Timika IV hanya memiliki satu guru pengajar suku kamoro dan tidak ada guru suku amungme. Upaya lainnya pun dilakukan dengan bekerjasama dengan yayasan mura muame yang membantu siswa untuk belajar budaya lokal suku kamoro di sekolah.