У нас вы можете посмотреть бесплатно Pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAM 2026 - Pertemuan 4 | Markus или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAM 2026 - Pertemuan 4 | Markus 7:24-30 Sub Tema : UMAT KATOLIK MENINGKATKAN PERWUJUDAN CINTA YANG INKLUSIF DAN SINODAL Sumber materi dari web Keuskupan Agung Medan. Poster APP diwarnai digital untuk mendapatkan visual yang lebih jelas ===================================================================== Pendalaman Isi Poster: 1. Apa yang saudara lihat dalam poster ini? 2. Situasi apa yang digambarkan dalam poster? 3. Apa tanggapan Anda terhadap situasi yang ditampakkan dalam poster? 4. Apa yang bisa kita pelajari melalui poster yang ditampilkan kepada kita? Rangkuman Isi Poster APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan perjalanan iman untuk menghidupi kasih Kristus secara nyata. Melalui doa, puasa, dan amal kasih, kita diajak membuka hati, memperluas kepedulian, serta menghadirkan kasih yang melampaui batas kelompok atau kepentingan pribadi. Tahun ini, APP menegaskan panggilan umat Katolik untuk mewujudkan cinta yang inklusif — cinta yang merangkul semua orang tanpa memandang agama, suku, status sosial, maupun kondisi hidup. Cinta yang inklusif berarti kesediaan untuk hadir bagi siapa pun, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Dalam diri merekalah Kristus menampakkan wajah-Nya dan menanti uluran kasih kita. Kasih ini semakin bermakna bila dihidupi dalam semangat sinodalitas, yaitu berjalan bersama, saling mendengarkan, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Sinodalitas menegaskan bahwa Gereja bukan ruang tertutup, melainkan rumah yang terbuka di mana setiap orang diterima sebagai saudara. Bacaan Kitab Suci: Markus 7:24-30 24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar. Pendalaman Isi Kitab Suci 1. Siapakah yang datang kepada Yesus dan mengapa ia datang kepada Yesus? 2. Apa jawaban atau reaksi Yesus terhadap permohonan wanita yang datang kepadanya? 3. Apa yang membuat Yesus mengabulkan permintaan wanita itu? 4. Apa tantangan yang kita hadapi dalam menunjukkan cinta yang inklusif (cinta yang terbuka bagi semua orang)? 5. Apa yang bisa kita lakukan untuk lebih peka dan terbuka terhadap orang-orang yang berbeda latar belakang atau kepercayaan dengan komunitas kita? Rangkuman Bacaan Kitab Suci Injil Markus 7:24-30 tentang perempuan Siro-Fenesia menyingkapkan wajah Allah yang penuh belas kasih dan terbuka. Meski pada awalnya Yesus menegaskan misi-Nya kepada bangsa Israel, iman yang gigih dari seorang perempuan asing membuat-Nya melampaui batas-batas itu. Inilah tanda bahwa kasih Allah tidak pernah eksklusif atau terbatas pada satu kelompok saja, melainkan inklusif dan menjangkau siapa saja yang percaya serta berseru kepada-Nya. Bagi kita, umat Katolik yang sedang menjalani masa puasa dan sedang mendalami APP 2026, masa Pra Paskah ini menjadi ajakan bagi kita untuk semakin berani mewujudkan kasih yang merangkul semua orang, terutama mereka yang sering dianggap kecil, asing, atau dipinggirkan. Cinta yang inklusif berarti menolak segala bentuk diskriminasi, sekaligus membuka ruang perjumpaan yang menyembuhkan. Dalam semangat sinodal, cinta inklusif ini diwujudkan lewat kesediaan berjalan bersama: saling mendengarkan, saling meneguhkan, dan saling berbagi berkat. Dengan demikian, doa, puasa, dan karya amal kasih kita tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi menjadi wujud nyata Gereja yang hadir di tengah dunia sebagai tanda kasih Allah yang menyatukan. Semangat Sinodal ini juga perlu tampak dalam aksi nyata, misalnya dengan mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, posko bantuan pangan, atau pendampingan bagi mereka yang kesulitan. Dengan cara sederhana tetapi tulus, Gereja semakin dapat menghadirkan kasih Kristus yang menyembuhkan dan menyelamatkan. APP 2026 mengingatkan kita bahwa hanya dengan cinta yang inklusif dan semangat sinodal, hidup menggereja dan bermasyarakat dapat menjadi berkat bagi sesama kita. #pendalamanalkitab #aksipuasapembangunan #prapaskah #keuskupanagungmedan #sinodekam #pendalamanapp2026 Suara : LEP - HNLABJIKNYBPQO0B