У нас вы можете посмотреть бесплатно Dokumenter Gula Merah Dawan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Sebuah dokumenter tentang gula merah Dawan, yang dihasilkan di Desa Besan, Kecamatan Dawan, merupakan jenis gula merah yang diproduksi secara khusus oleh masyarakat setempat. Proses produksi produk gula merah tersebut telah diwariskan secara turun temurun dari proses sampai dengan pendistribusian produk, sehingga menjadi sesuatu komoditas yang kearifan lokal desa setempat. Proses pembuatan gula merah ini telah dikembangkan dan diwariskan dari generasi ke generasi, menggunakan alat-alat tradisional seperti kayu bakar, jalikan (tungku tradisional Bali), dan pencetak gula merah berupa tempurung kelapa (kau-kau). Gula merah Dawan memiliki ciri khas yang membedakannya dari gula merah dari daerah lain, terutama di Bali. Perbedaannya mencakup cita rasa, aroma, warna, bentuk, dan cara pengolahannya. Gula merah Desa Besan memiliki rasa manis yang khas, dan warnanya yang merah gading membedakannya dari gula merah lain yang cenderung lebih gelap. Salah satu karakteristik unik lainnya adalah penggunaan campuran bahan yang disebut "lau" dari kapur sirih dan batang nangka pada nira. Masyarakat Desa Besan memproduksi gula merah dengan mengikuti hitungan kalender tradisional/pedewasaan, serta menghindari kegiatan produksi pada hari pekenan dan beteng dalam kalender Bali. Hal tersebut menciptakan nilai kebudayaan yang tertanam dalam tradisi pembuatan gula merah Dawan. Oleh sebab itu, gula merah ini tidak hanya menjadi produk lokal yang lezat tetapi juga memiliki nilai budaya yang kaya dan unik. Namun beberapa dekade terakhir, proses pembuatan gula dawan secara tradisional, khususnya di daerah Desa Besan, mengalami penurun akibat modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Banyak pelaku yang menghentikan produksinya karena sudah berusia tua dan kurangnya penerus yang tertarik melanjutkan usaha tersebut. Beberapa faktor seperti kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, terdapatnya produksi gula oplosan yang mengatas namakan gula merah Dawan dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai proses pembuatan gula merah Dawan menjadi tantangan tersendiri. Sutradara: I Kadek Guntur Setiawan (produksi 2025)