У нас вы можете посмотреть бесплатно Ketika Dunia Non-Muslim Mengajarkan Kita Makna Kemanusiaan Dan Hakekat Keislaman | Habib Ahmad или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pada krisis pengungsi Suriah yang memuncak antara tahun 2015–2016, ketika ribuan pengungsi Muslim Suriah terombang-ambing di lautan Mediterania, banyak di antara mereka — termasuk anak-anak kecil — kehilangan nyawa dalam perjalanan yang penuh penderitaan. Pada saat itu, sebagian negara-negara Islam justru menutup pintu bagi para pengungsi tersebut. Di saat yang sama, sejumlah negara di Eropa — yang sering disebut sebagai negara non-Muslim — membuka hati, dada, dan pintu negeri mereka secara luas untuk menerima para pengungsi, sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan solidaritas terhadap tragedi yang sedang berlangsung. ⸻ Lalu, siapakah yang sesungguhnya sedang menjalankan nilai-nilai Islam? Apakah umat Islam hari ini benar-benar menghidupkan esensi Islam, ataukah hanya memegang atribut dan identitasnya semata? Asy Syaikh Muhammad Said Ramadan al-Buti pernah berkata: أنا لا أدري هل الإسلام الذي ندافع عنه اليوم هو الإسلام بحد ذاته الذي دافع عنه الصحابة؟ “Aku tidak tahu, apakah Islam yang kita bela dan perjuangkan hari ini benar-benar Islam yang sama dengan Islam yang dahulu dibela dan diperjuangkan oleh para sahabat?” Pertanyaan itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menggugah. Bukan untuk menghina umat, tetapi untuk mengajak bermuhasabah: apakah rahmat, keadilan, dan kemuliaan akhlak yang menjadi ruh Islam benar-benar telah kita hidupkan, ataukah kita hanya sibuk mempertahankan nama tanpa menghadirkan maknanya?