У нас вы можете посмотреть бесплатно LIMA KAIDAH ILMU TERJEMAH - Ustadz M Abduh Tuasikal M. Sc. dan Ustadz Aris Munandar, M.P.I. или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
LIMA KAIDAH ILMU TERJEMAH Ustadz M Abduh Tuasikal M. Sc. dan Ustadz Aris Munandar, M.P.I. Ahad, 12 Juli 2020 Studio Radio Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625) Lihat bahwa di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian? Para ulama jelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan. Itu berarti dengan menikah separuh agama seorang pemuda telah terjaga, dan sisanya, ia tinggal menjaga lisannya. Al Mula ‘Ali Al Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih berkata bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “bertakwalah pada separuh yang lainnya”, maksudnya adalah bertakwalah pada sisa dari perkara agamanya. Di sini dijadikan menikah sebagai separuhnya, ini menunjukkan dorongan yang sangat untuk menikah. Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.” Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho: https://rumaysho.com/1709-inginku-sem... * ►► SUBSCRIBE di sini untuk mengenal Islam lebih dekat: / @rumayshotv * Follow Us: Twitter @RumayshoCom / rumayshocom Instagram @RumayshoCom / rumayshocom Facebook Muhammad Abduh Tuasikal / muhammad.tuasikal Fans Page Rumaysho di Facebook / rumaysho Google Plus https://plus.google.com/u/1/106162917... Channel Telegram @RumayshoCom dan @TanyaRumayshoCom https://telegram.me/rumayshocom https://telegram.me/tanyarumayshocom * YUK DUKUNG DAKWAH! Rekening Donasi Darush Sholihin dan RumayshoCom: BANK SYARIAH MANDIRI: 7068.478.612 • BANK RAKYAT INDONESIA: 015.301.000.406.566 atas nama Yayasan Darush Sholihin Konfirmasi Donasi: 0823-1395-0500 INFO DONASI: 0811-2677-791 * Tentang Darush Sholihin, bisa dilihat di playlist: • Info Pesantren Darush Sholihin * SILAKAN SEBAR VIDEO-VIDEO YANG ADA DENGAN TETAP MENCANTUMKAN RUMAYSHO TV