У нас вы можете посмотреть бесплатно 5 FAKTA RATUSAN SISWA KERACUNAN MBG DI KUDUS, BERMULA DARI GURU HINGGA MENU TERASA KECUT или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa keracunan MBG di SMAN 2 Kudus membuat puluhan siswa harus mendapatkan penanganan medis, sementara ratusan lainnya mengalami gejala ringan. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus hingga Kamis (29/1/2026), jumlah siswa yang kondisinya cukup serius hingga memerlukan perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang. Para siswa tersebut dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kudus. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, mengungkapkan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan. “Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujar Mustiko di Kabupaten Kudus, dikutip dari Kompas Tv, Kamis (29/1/2026). Dari total 1.178 siswa SMAN 2 Kudus, sekitar 600 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Meski demikian, sebagian besar siswa dan guru memilih menjalani perawatan secara mandiri di rumah karena keluhan yang dialami tergolong ringan. Berikut sederet fakta yang perlu diketahui. Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Kudus menyedot perhatian publik setelah ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan. Peristiwa ini kini ditangani lintas instansi untuk menelusuri penyebabnya lebih jauh, berikut ini faktanya. 1. Gejala keracunan mulai muncul sejak Rabu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, menjelaskan bahwa para siswa dan guru SMA Negeri 2 Kudus mulai merasakan keluhan kesehatan yang mengarah pada dugaan keracunan sejak Rabu (28/1/2026). Setelah gejala muncul, para korban kemudian mendapatkan penanganan medis lanjutan dengan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus. Menurut Mustiko, total korban yang membutuhkan perawatan rumah sakit tersebar di tujuh fasilitas kesehatan berbeda. 2. Gejala keracunan bermula dari guru Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menyampaikan bahwa tanda-tanda dugaan keracunan pertama kali dirasakan oleh para guru. Keluhan muncul setelah mereka mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim oleh SPPG Purwosari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB. Menurut Dwiyana, gejala awal yang dirasakan berupa sakit perut dan diare di kalangan guru, sebelum kemudian keluhan serupa dialami oleh para siswa. “Awalnya keluhan sakit perut dan diare muncul di kalangan guru. Setelah itu, banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, dan diare,” ujar Dwiyana, 3. Menu MBG soto ayam diduga jadi pemicu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh SPPG Purwosari kepada siswa dan guru SMAN 2 Kudus diketahui terdiri atas soto ayam suwir, tempe, dan tauge. Seiring munculnya dugaan keracunan massal, pihak sekolah langsung mengambil langkah klarifikasi. 4. Menu soto terasa kecut Kepala Cabang Dinas Wilayah III Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Budi Santosa, membenarkan adanya dugaan keracunan MBG di SMAN 2 Kudus yang terungkap pada Kamis pagi. Ia menyebutkan, sejumlah siswa telah merasakan gejala sejak Rabu malam, disusul keluhan serupa dari guru hingga kepala sekolah keesokan harinya. Menurutnya, menu MBG yang disajikan pada Rabu tersebut diolah oleh SPPG Purwosari berupa soto ayam dan ayam suwir. Namun, setelah dicicipi, ditemukan adanya kejanggalan pada rasa makanan. “Tapi memang ketika dirasa, rasa sotonya sama ayam suwirnya sudah kecut,” imbuhnya. 5. SPPG Purwosari minta maaf, sampel MBG dikirim ke laboratorium Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas dugaan keracunan massal yang dialami siswa dan guru SMAN 2 Kudus. Ia menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. #beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/ Simak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topi... Program: - Host: - Editor Video: kia Uploader: - Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Follow us: Instagram: / tribunsingkawangofficial Facebook: / tribunsingkawangupdate Twitter: / tribunpontianak TikTok: / tribunsingkawang Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.