У нас вы можете посмотреть бесплатно Demo KNPB di Jayapura: Hentikan Eksploitasi SDA dan Tarik Militer dari Papua или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Baca Selengkapnya di : TRIBUN-VIDEO.COM - JAYAPURA - Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Sedunia, Rabu (24/9/2025). Aksi tersebut berlangsung di depan Gapura Uncen Bawah, Abepura, Kota Jayapura, Papua. Para mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan antara lain: “Hentikan PSN di Papua,” “Papua Darurat Militer,” “Tanah Papua Bukan Tanah Kosong,” “Stop Jual Tanah,” “Jaga Papua untuk Kita,” serta “Bicara Tanah Bicara Mama, Hidup Masyarakat Adat." Salah satu mahasiswa dalam orasinya menyampaikan bahwa kondisi Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, menurutnya, mahasiswa harus menyuarakan hak-hak masyarakat adat. “Di seluruh tanah Papua, hak-hak untuk bertani telah dirampas oleh investor. Di berbagai daerah, hak-hak petani juga dibatasi oleh militer." "Masyarakat Papua hidup dalam ketakutan, dan itu merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia,” katanya. Massa aksi juga menegaskan bahwa tanah masyarakat adat di Papua telah banyak dirampas oleh kepentingan investasi. Karena itu, mereka mendesak pemerintah pusat di Jakarta segera berbenah dan mengambil langkah kebijakan yang berpihak pada rakyat Papua. “Kami mengutuk investasi PSN (Proyek Strategis Nasional) di Merauke,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasi. Untuk diketahui, saat ini Komite Nasional Papua Barat (KNPB) juga sedang melakukan aksi Demontrasi di lingkaran Abepura kota Jayapura. VP : Stanly Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai