У нас вы можете посмотреть бесплатно Wai - Ekspedisi Taman Nasional Matalawa Mapala Silvagama или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pertengahan tahun 2018, tim Ekspedisi 50 Taman Nasional Mapala Silvagama mengunjungi dua taman nasional di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Di negeri orang Marapu itu kami belajar kearifan dan pengetahuan lokal mengenai hutan dari masyarakat. Kami juga menyusuri tempat di mana salah satu sumber kehidupan orang Sumba tersimpan, yaitu kawasan karst. Di dalam gua-gua di kawasan karst itu, air berlimpah ruah menghidupi Pulau Sumba dan seisinya. Di kawasan TN Manupeu Tanah Daru di Sumba Tengah, para pencari sarang walet mengantarkan kami menuju gua-gua yang pernah mereka datangi. Sebagian besar gua belum pernah disusuri hingga ujung, lebih-lebih dipetakan. Para pencari walet hanya masuk sampai batas adanya sarang walet. Di kawasan TN Laiwangi Wanggameti, di Sumba Timur kami ditemani masyarakat lokal menyusuri hutan paling lebat yang jarang dimasuki manusia. Beberapa gua dan mata air penting di sana dikeramatkan agar kondisinya tetap terjaga. Air pun tidak pernah berhenti mengalir sehingga mampu menghidupi pertanian sepanjang tahun dan menggerakkan turbin pembangkit listrik untuk kebutuhan masyarakat. Selama satu bulan, tim ekspedisi berhasil mendata 48 mulut gua dan memetakan 20 gua di antaranya. Karst dan hutan adalah dua hal yang tidak terpisahkan di Pulau Sumba, seperti halnya kuda dan padang rumput.