У нас вы можете посмотреть бесплатно PERBAIKAN TANAH DASAR KONDISI KRITIS/TIDAK STABIL UNTUK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tanah dasar (subgrade) merupakan elemen fundamental dalam konstruksi jalan dan jembatan. Kondisi tanah yang kritis, lunak, ekspansif, jenuh air, atau memiliki daya dukung rendah sering menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Jika tidak ditangani dengan metode yang tepat, permasalahan tanah dasar dapat menyebabkan penurunan diferensial, retak, deformasi berlebih, hingga kegagalan struktur secara prematur. Melalui webinar ini, dibahas secara komprehensif berbagai pendekatan teknis dalam menangani tanah dasar dengan kondisi tidak stabil, mulai dari identifikasi karakteristik tanah, investigasi geoteknik, hingga pemilihan metode perbaikan yang efektif dan efisien sesuai kondisi lapangan. 🎙 Narasumber: Dr. Ir. Aksan Kawanda, S.T., M.T., IP., ACPE., ASEAN Eng Pakar geoteknik yang berpengalaman dalam penanganan permasalahan tanah pada proyek infrastruktur skala nasional. Dalam sesi ini, beliau menguraikan konsep dasar perilaku tanah bermasalah, metode analisis daya dukung, serta berbagai teknik perbaikan tanah. 💬 Komentator: Ir. Emil Wahyudianto, S.T., M.Eng – Jafung Madya Teknik Jalan dan Jembatan Memberikan perspektif regulasi dan implementasi teknis dalam proyek jalan dan jembatan, termasuk kesesuaian metode perbaikan tanah dengan standar dan spesifikasi yang berlaku, serta tantangan pengawasan di lapangan. Webinar ini sangat relevan bagi praktisi konstruksi, konsultan geoteknik, kontraktor, akademisi, mahasiswa teknik sipil, serta para profesional di bidang infrastruktur yang ingin memperdalam pemahaman mengenai penanganan tanah dasar bermasalah. Dengan pemilihan metode perbaikan yang tepat, risiko kegagalan konstruksi dapat diminimalkan dan umur layanan infrastruktur dapat ditingkatkan secara signifikan.