У нас вы можете посмотреть бесплатно 3 Jembatan Rusak dan Pancuran 13 Hancur Imbas Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW), tempat Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu (24/1/2026). Menurut pantauan Tribunjateng.com di lokasi, kondisi Pancuran 13 Guci tampak porak-poranda. Kolam pemandian air panas Pancuran 13 hilang tertutup material pasir hasil longsoran. Selain itu, guci besar berwarna emas yang biasanya berdiri kokoh di tengah kawasan Pancuran 13 kini sudah lenyap diterjang air bah. Loket depan, kamar mandi bilas, bahkan patung naga dan sinterklas turut hancur. Kondisi semakin parah karena jembatan penghubung akses utama yang telah berusia puluhan tahun di Pancuran 13 ikut tersapu banjir. Menurut kesaksian warga Guci, Hasemi, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Jumat (23/1) dan mulai meluap pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Ia menyebut suara gemuruh aliran air terdengar hingga ke permukiman warga yang berjarak sekitar 250 meter. Sementara itu, Plh Bupati Tegal, Ahmad Kholid, menyampaikan bahwa ada tiga jembatan yang terdampak banjir bandang hingga hilang. Ia menegaskan bencana kali ini lebih parah dibandingkan yang terjadi pada akhir tahun 2025. Untuk sementara, jembatan di Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup untuk umum karena tidak dapat dilalui kendaraan maupun aktivitas warga. Sedangkan jembatan di Curug Jedor akan diamankan sementara menggunakan jembatan bailey. Sebagai informasi, kawasan wisata Guci tak hanya diterjang banjir. Longsor di sejumlah titik juga terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Kamis (23/1) hingga Sabtu (24/1) pagi. Air bah berwarna cokelat pekat mengalir deras dari hulu Gunung Slamet, membawa material lumpur, pasir, hingga ranting kayu. Aliran banjir bandang tersebut memutus tiga jembatan vital di kawasan wisata Guci, yakni Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, serta jembatan gantung di Pancuran 5. Ketiga jembatan itu merupakan akses utama penghubung antarkawasan wisata sekaligus jalur menuju Desa Guci. Menurut kesaksian Taufik, warga RT 04 RW 02 Desa Guci, debit air meningkat drastis secara tiba-tiba pada Jumat (23/1/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Suara gemuruh dari arah hulu sungai terdengar sebelum banjir bandang menerjang kawasan wisata. Ia menambahkan, puncak banjir terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tinggi air dilaporkan mencapai tujuh meter, membuat jembatan tidak mampu menahan hantaman arus bercampur lumpur dan pasir. Tak hanya memutus akses utama menuju Pancuran 13 dan Pancuran 5, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas wisata. Pancuran 13 Guci hancur dan tertimbun lumpur, satu unit alat berat ekskavator rusak, sejumlah lapak pedagang hanyut, serta pagar pembatas di sepanjang aliran sungai porak-poranda. Bencana banjir bandang yang disertai longsor di bukit atas Desa Guci dilaporkan cukup parah dan menambah kepanikan warga. Sebanyak 700 bibit pohon yang rencananya akan ditanam di lereng Gunung Slamet pada 7 dan 15 Februari 2026 ikut hanyut terbawa banjir. Warga Desa Guci kini khawatir akan terjadi banjir bandang dan longsor susulan, mengingat hujan masih kerap turun di kawasan tersebut. (Tribun-Video.com/Tribunbanyumas.com Kompas.com) Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul BREAKING NEWS: Banjir Bandang Bikin Guci Luluh Lantak, Tiga Jembatan dan Pancuran 13 Hancur, https://banyumas.tribunnews.com/jaten.... Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Rahmat Gilang Maulana