У нас вы можете посмотреть бесплатно Keutamaan dan Makna Bilangan Ganjil dalam Salat Witir или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pada kesempatan kali ini. Saya akan sengaja memberikan satu tema. Di mana tema ini mungkin sudah selalu terngiang. Di hati pemirsa, di telinga pemirsa. Apalagi terlebih lagi ketika menghadapi yaitu bulan suci Ramadan. Yaitu makna rakaat ganjil di sholat witir. Witir sudah kita tahu. Dalam al-Quran adalah ganjil. Jadi salat ganjil ini salat yang sangat unik. Kenapa unik? Karena dilaksanakan. Tidak ada sholat lagi selain salat itu. Artinya kenapa dilaksanakan salat yang terakhir atau sholat penutup? Karena salat witir ini salat yang dilaksanakan. Ketika telah melaksanakan salat. Atau qiyamul layl yang lain. Bagaimana kah hukum melaksanakan salat witir? Hukumnya adalah sunah yang sangat dianjurkan. Sunah yang sangat penting dilaksanakan. Dan karena tadi kita akan ada kehidupan kembali setelah kita. Di dunia ini tiada. Kita menjelang nanti di akhirat kelak. Itulah ganjaran kita yang akan kita temukan. Dan membantu kita nanti di hari akhir. Di mana tidak ada yang lain. Hanya amal kita yang berbicara. Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimah kumullaka Bagaimana tata caranya salat witir ini. Ada beberapa ulama berpendapat. Terlebih lagi mazhab shafi'i. Usolinya itu ada dua versi. Yang pertama. Seperti termaktub dalam ayat suci Al-Quran. Walfajri walayalin asri. Wasab'i walwater. Kita ambil ujungnya. Wasab'i walwater. Ketika usolinya ada yang berpendapat. Karena tadi rakaat ganjil harus tiga. Atau satu. Atau lima. Atau tujuh. Atau sembilan. Atau sebelas. Jadi yang dua ini apa namanya? Niatnya bagaimana? Yang satu rakaat lagi. Dua versi ini bisa saja. Satu pendapat lagi. Yaitu sekaligus tiga rakaat. Sekaligus lima rakaat. Sekaligus tujuh rakaat. Sekaligus sembilan rakaat. Sekaligus sebelas rakaat tanpa ada salam di tengah-tengah. Hanya satu kali salam terakhir. Tapi menurut mazhab shafi'i. Yang utama adalah dua rakaat Kemudian salam satu lagi baru salam. Jadi jumlahnya tiga. Apa makna semua itu? Sesuai dengan tema kita kali ini. Yang pertama. Sebagai penyempurna salat malam. Kenapa solat ini harus sempurna? Ya harus disempurnakan. Dengan apa? Dengan witir tadi. Jadi witir itu adalah penyempurna. Penyempurna seluruh rangkaian ibadah malam kita. Makanya harus ada ganjil. Dan tidak boleh dikerjakan satu malam itu dua kali solat. Contoh ketika kita Ramadan. Kita melaksanakan tarawih biasanya di akhir solat tarawih. Suka ada solat witir nah ketika malam tiba. Kita tidur. Kemudian kita bangun di sepertiganya. Kita salat tahajud. Kita salat-salat yang lain. Salat tasbih dan sebagainya. Tidak boleh lagi melaksanakan salat witir. Apa alasannya? Alasan yang paling mudah dan masuk akal karena kalau kita laksanakan lagi. Jumlahnya tidak akan witir lagi. Tapi jumlahnya akan menjadi genap. Contoh tiga sudah kita laksanakan. Setelah kita salat tarawih kita melaksanakan tiga. Nah ketika malam misalkan. Makanya tidak boleh ada witir lagi. Karena kita melaksanakan tiga, jumlahnya jadi enam, bukan witir. Kita melaksanakan lima. Ditambah tiga jadi delapan itu bukan witir. Makanya tidak boleh ada solat witir dua kali. Dalam hadisnya. La witroni fi laylatin. Tidak boleh ada dua witir. Dalam satu malam Yang kedua ini termasuk mengesakan Allah SWT. Allah Maha Esa. Satu tunggal. Tidak boleh ada anak. Tidak boleh diperanakan. Seperti qullhu allahu ahad. Allah itu satu. Tunggal. Tidak boleh ada anak. Dan tidak boleh diperanakan. Makanya. Makna itu masuk. Kita mengesakan Allah. Apabila kita melaksanakan salat witir. Kemudian yang ketiga. Maknanya itu adalah sunnah Rasulullah SAW. Berarti kita harus melaksanakan titah perintah Rasulnya dengan apa melaksanakan sunnah tadi yaitu berupa salat witir. Kenapa solat witir harus ada? Karena melaksanakan sunnah baginda Rasulullah SAW Yang terakhir berlaku juga sebagai solat penutup atau doa penutup. Karena disebut tadi setelah witir tidak boleh ada witir lagi. Berarti salat witir ini adalah termasuk salat penutup. Dari salat-salat yang lain dan tidak boleh ada salat yang witir lagi. (m41) Program: Mutiara Ramadhan Pemateri: KH Saepul Huppadz Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani