У нас вы можете посмотреть бесплатно GERTAKAN MAUT! Bagaimana 30.000 Jepang Menaklukkan 80.000 Inggris? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bayangkan sebuah benteng yang dianggap mustahil untuk ditaklukkan. Singapura... Sang 'Gibraltar dari Timur'. Winston Churchill meyakini pulau ini akan berdiri selamanya sebagai simbol kekuasaan Inggris di Asia. Dikelilingi lautan dan dijaga meriam-meriam raksasa, dunia percaya tak ada satu pun musuh yang bisa menyentuhnya. Tapi... sejarah berkata lain. Hanya dalam tujuh hari pertempuran darat... mitos itu hancur lebur. Bukan sekadar kalah, peristiwa ini tercatat sebagai 'bencana militer terburuk' dalam sejarah Inggris." - Invasi Malaya – Perang di Atas Sepeda ------------------------------------------------------------------------------------- 8 Desember 1941. Hanya satu jam sebelum bom pertama jatuh di Pearl Harbor, perang sebenarnya sudah dimulai di Asia Tenggara. Di tengah badai dan ombak besar, pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Tomoyuki Yamashita mendarat di Pantai Kota Bharu, Malaya. - Pendaratan dan Kesalahan Strategis ------------------------------------------------------------------------------------- 31 Januari 1942. Suara ledakan dahsyat mengguncang pagi itu. Pasukan Inggris baru saja meledakkan Johor-Singapore Causeway—jembatan tambak sepanjang 1 kilometer yang menghubungkan Singapura dengan Malaysia. Dengan hancurnya jembatan ini, Inggris merasa lega. Mereka berpikir, 'Sekarang kita aman. Laut memisahkan kita dari musuh.' Jenderal Percival dan stafnya yakin bahwa Jepang butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk mempersiapkan serangan amfibi menyusuri selat. - Mitos Meriam dan Krisis Bukit Timah ------------------------------------------------------------------------------------- Kita kembali ke pertanyaan besar itu: Di mana suara 'Monster-Monster' Inggris? Di mana ledakan meriam 15 inci yang legendaris itu saat musuh sudah masuk ke halaman rumah mereka?... Jawabannya adalah sebuah tragedi logistik. Seperti yang kita bahas, meriam-meriam di Changi dan Buona Vista bisa berputar menghadap daratan. Para penembak meriam (gunners) diperintahkan untuk menembaki pasukan Jepang yang bergerak maju di tengah pulau. Mereka siap menembak. Tapi, ketika mereka membuka peti amunisi... isinya adalah peluru penembus baja (Armor Piercing). - Black Sunday – Gertakan Sang Harimau ------------------------------------------------------------------------------------- Minggu pagi, 15 Februari 1942. Hari ini seharusnya menjadi perayaan Tahun Baru Imlek bagi penduduk Tionghoa di Singapura. Namun, tidak ada lampion merah atau petasan. Yang ada hanyalah asap hitam, bau amis darah, dan suara dentuman artileri yang tak henti-hentinya. - Menuju Kegelapan ------------------------------------------------------------------------------------- Yamashita memenangkan pertaruhan terbesarnya. Dengan pasukan yang lebih sedikit dan logistik yang sekarat, dia berhasil menipu pasukan terbesar Inggris untuk menyerah. Churchill di London menyebut malam itu sebagai: 'Bencana terburuk dan kapitulasi terbesar dalam sejarah Inggris. ____________________ Semua materi visual dan audio yang ditampilkan dalam video (jika ada) berasal dari: • sumber public domain, • materi royalty-free • konten yang telah diubah secara signifikan sesuai dengan prinsip Fair Use, seperti analisis, komentar, dan transformasi edukatif. ____________________ Music : / @whitebataudio ____________________ Disclaimer: Kami tidak mengklaim kepemilikan atas materi tertentu yang menjadi ilustrasi. Jika ada pihak yang merasa memiliki hak atas materi tertentu dan ingin mengajukan permintaan takedown atau klarifikasi, silakan hubungi kami. COPYRIGHT DISCLAIMER (Fair Use Notice): Copyright Disclaimer under Section 107 of the Copyright Act 1976: "Allowance is made for fair use for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research." This video is created for educational and informational purposes. Some materials used in this content may be sourced from the public domain, royalty-free libraries, or used under the principle of Fair Use, which permits limited use of copyrighted material without requiring permission from the rights holders. Tag: #ww2 #Japanese #singpore #dokumentersejarah #edukasisejarah #perangdunia2 #sejarah #asiatenggara #perangdunia #sejarahpolitik