У нас вы можете посмотреть бесплатно Tari Bungong Jeumpa или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saleum Mulia, Syedara Lon! 👋🏻 Kita dari Kelompok 4 9F hadir di sini bukan cuma buat nuntasin tugas Pendidikan Pancasila, tapi buat nunjukin kalau identitas bangsa itu harga mati. Lewat tarian Bungong Jeumpa, kita bakal buktiin kalau budaya kita tetap bold dan nggak akan hilang ditelan zaman. Watch us and feel the pride! 🇮🇩🔥. Nama Kelompok = 1. Amanda Dwi Putri Pertiwi (01) 2. Arfa Azam Al Akbar (02) 3. Asyifa Ramadhani (03) 4. Bagus Putra Ferdian (04) 5. Julia Enggar Dini (09) 6. M.Febriyan Saputra (13) 7. Syafitri Elsa Ramadhani (28) Mari rayakan kekayaan bangsa melalui Tari Bungong Jeumpa = 1. Filosofi Nama dan Simbolisme Nama Bungong Jeumpa merujuk pada bunga cempaka kuning yang merupakan ikon kebanggaan rakyat Aceh. Secara simbolis, bunga ini melambangkan semangat yang mekar, keharuman budi pekerti, serta keindahan visual yang memikat namun tetap menjaga kehormatan. Tari Bungong Jeumpa adalah tarian tradisional yang berasal dari Kerajaan Jeumpa, Aceh, dan berkembang pesat sebagai simbol keindahan bunga cempaka yang harum khas di tanah Aceh. Lagu pengiringnya diciptakan oleh Ibrahim Abduh, dan tarian ini dulunya sering dipentaskan di istana kerajaan untuk membawa keberuntungan. Asal-usul: Berakar dari tradisi Kesultanan Aceh (sekitar abad ke-7) dan sangat populer di kalangan gadis-gadis Aceh, tari ini sering dibawakan dalam acara adat, pernikahan, dan penyambutan tamu. Pencipta: Lagu pengiringnya, "Bungong Jeumpa", diciptakan oleh Ibrahim Abduh. 2. Struktur Formasi (Pola Lantai) Tarian ini memiliki pola lantai yang variatif seperti horizontal, lingkaran, huruf V, dan zig-zag. Perpindahan formasi melambangkan dinamika kehidupan manusia yang menuntut keteraturan dan keluwesan. 3. Iringan Musik dan Vokal Bungong Jeumpa mengandalkan musik internal berupa tepukan tangan dan lantunan lagu oleh penari, serta musik eksternal. Hal ini melambangkan keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. 4. Tingkatan Gerakan (Leveling) Level tinggi (berdiri) menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan dan lingkungan, sedangkan level rendah (duduk atau bersimpuh) melambangkan kerendahan hati dan penghormatan kepada sesama. 5. Fungsi Sosial Tarian Selain hiburan, tarian ini berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan karakter. Liriknya mengandung pesan moral untuk menjaga alam dan melestarikan warisan leluhur. Secara filosofis, Tari Bungong Jeumpa mencerminkan keindahan dan kesucian wanita Aceh, semangat kebersamaan melalui gerakan yang serempak, serta rasa syukur atas anugerah Tuhan. 6. Unsur Estetika Busana Busana penari menggunakan warna cerah seperti kuning, merah, dan hijau tua yang melambangkan keberanian dan kegembiraan, serta mencerminkan pengaruh budaya Islam dan Melayu. Kostum terdiri dari baju kurung, celana panjang dengan kain songket, hijab, serta hiasan kepala. 7. Keharmonisan Ritme Ketepatan ritme menjadi kunci utama tarian ini. Gerakan dan tepukan harus dilakukan serempak, mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam komunitas. 8. Jumlah Penari Tari Bungong Jeumpa ditarikan secara berkelompok, umumnya 5–10 orang atau lebih. Kekompakan menjadi unsur terpenting dalam setiap penampilan. 9. Unsur Wiraga, Wirama, dan Wirasa Tarian ini memadukan wiraga melalui gerak tubuh, wirama melalui kesesuaian irama lagu, dan wirasa melalui ekspresi lembut yang penuh rasa syukur dan kebersamaan. 10. Peran Gender Awalnya ditarikan oleh perempuan, namun kini dapat dibawakan secara campuran tanpa menghilangkan nilai tradisional. 11. Nilai Pendidikan Karakter Tari Bungong Jeumpa mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, cinta budaya, serta sikap religius yang tercermin dari gerak dan busana yang sopan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh