• ClipSaver
  • dtub.ru
ClipSaver
Русские видео
  • Смешные видео
  • Приколы
  • Обзоры
  • Новости
  • Тесты
  • Спорт
  • Любовь
  • Музыка
  • Разное
Сейчас в тренде
  • Фейгин лайф
  • Три кота
  • Самвел адамян
  • А4 ютуб
  • скачать бит
  • гитара с нуля
Иностранные видео
  • Funny Babies
  • Funny Sports
  • Funny Animals
  • Funny Pranks
  • Funny Magic
  • Funny Vines
  • Funny Virals
  • Funny K-Pop

Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan скачать в хорошем качестве

Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan Трансляция закончилась 9 месяцев назад

TRIBUNJATIM

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan
  • Поделиться ВК
  • Поделиться в ОК
  •  
  •  


Скачать видео с ютуб по ссылке или смотреть без блокировок на сайте: Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan в качестве 4k

У нас вы можете посмотреть бесплатно Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:

  • Информация по загрузке:

Скачать mp3 с ютуба отдельным файлом. Бесплатный рингтон Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan в формате MP3:


Если кнопки скачивания не загрузились НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru



Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Diciduk Polisi, Pakai Alat Suntik Rakitan

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJATIM.COM - Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap empat orang pelaku sindikat pengoplosan tabung elpiji bersubsidi ke tabung nonsubsidi yang meresahkan masyarakat, di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Para tersangka itu, terdiri dari Tersangka RH berperan sebagai pemodal dan pemilik usaha. Kemudian, Tersangka PY, TL dan RN, yang berperan sebagai pekerja yang bertugas menguplos gas elpiji tersebut. Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono menerangkan, para tersangka memindahkan gas elpiji dari tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kg atau lazim disebut tabung melon berwarns hijau, ke dalam tabung elpiji nonsubsidi berukuran 12 kg. Praktik tersebut dianggap ilegal dan tentunya melanggar hukum, karena pasokan tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kg disediakan oleh Pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat berekonomi menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan selama aktivitas memasak dan lain sebagainya. Sehingga, mengoplos pasokan isi elpiji bersubsidi ke dalam tabung nonsubsidi dalam rangka memperoleh selisih keuntungan uang hasil penjualan sebanyak berlipat, dapat dikatakan sebagai tindakan melanggar hukum. Yakni, melanggar Pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana. "Ancaman pidana penjara 6 tahun, dan denda Rp60 miliar," ujarnya di Ruang Konferensi Pers Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim, pada Selasa (10/6/2025). Modus para tersangka memindahkan gas elpiji tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kg tersebut dengan alat suntik rakitan yang dibuat menggunakan bahan tutup pentil yang lazim dipakai sebagai katup penghambat angin pada roda kendaraan bermotor. Alat suntik yang disebut alat pen itu, ditancapkan pada lubang ujung tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. Kemudian, tabung itu diletakkan di bagian atas secara terbalik, agar gas elpiji yang ada di dalamnya dapat mengalir ke dalam tabung elpiji nonsubsidi berukuran 12 kg. "Pakai alat pen yang dibuat secara rakitan, dan kemampuan autodidak. Lalu ditumpangkan begitu saja di atasnya," katanya. Lalu dari mana sindikat tersebut mencari pasokan tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kg tersebut. Lintar mengungkapkan, para tersangka berkeliling di beberapa toko atau agen yang menjual tabung elpiji bersubsidi tersebut. Lalu membelinya dalam jumlah kecil agar tidak memantik kecurigaan orang lain. Itulah mengapa, lanjut Lintar, para tersangka mencari pasokan tabung elpiji bersubsidi tersebut hingga melintasi wilayah kabupaten lain yakni dari Kabupaten Malang hingga Kabupaten Jombang. "Mereka berkeliling, makanya mereka ambil di Jombang hingga Malang. Untuk ambil tabung itu, diecer, lalu dikumpulkan," terangnya. Ternyata, Lintar menyebutkan, praktik lancung yang dilakukan oleh sindikat tersebut sudah berlangsung kurun waktu empat bulan. Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga per tabung nonsubsidi ukuran 12 kg berisi elpiji oplosan yang dijual dengan harga pasaran, mencapai kisaran Rp20-130 ribu. Jika dikalkulasikan dengan kemampuan proses pengoplosan tabung elpiji yang dilakukan para pelaku kurun waktu sehari mencapai 40-50 tabung. Diperkirakan, ungkap Lintar, keuntungan yang sudah diperoleh oleh para pelaku selama menjalankan bisnis lancung tersebut, mencapai angka kisaran Rp384 juta. "Pelaku beroperasi selama 4 bulan, dan langsung kami langsung melakukan penangkapan," ungkapnya. Editor Video: Ahmad Zaimul Haq Uploader: Ahmad Zaimul Haq Website https://jatim.tribunnews.com/ Twitter   / tribunjatim   Facebook   / tribunnewsjatim   Instagram   / tribun_jatim   #tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia

Comments

Контактный email для правообладателей: u2beadvert@gmail.com © 2017 - 2026

Отказ от ответственности - Disclaimer Правообладателям - DMCA Условия использования сайта - TOS



Карта сайта 1 Карта сайта 2 Карта сайта 3 Карта сайта 4 Карта сайта 5