У нас вы можете посмотреть бесплатно Berburu Bingka Kentang hingga Naik Kelotok di Pasar Wadai или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Sore itu, kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin berubah menjadi lautan manusia. Langkah-langkah bergegas, suara tawar-menawar, dan tawa anak-anak berbaur dalam satu irama yang khas. Di hari kedua Ramadhan 1447 Hijriah, Pasar Wadai Siring 0 Km kembali menjadi magnet bagi warga yang ingin berburu takjil khas Banua. Sejak memasuki gerbang kawasan, aroma harum santan dan gula merah langsung menyergap indera penciuman. Di salah satu sudut, panggangan Bingka Kentang mengepul hangat. Permukaannya yang kecokelatan tampak mengilap diterpa cahaya senja. Bagi masyarakat Banjar, rasanya belum lengkap berbuka puasa tanpa kehadiran si manis ini. Bingka Kentang telah lama menjadi hidangan wajib setiap Ramadhan, seolah menjadi simbol kebersamaan di meja makan keluarga. Tak jauh dari sana, deretan Amparan Tatak tersusun rapi. Potongan pisang berukuran besar tampak mengintip dari lapisan kue yang lembut. Di lapak lain, Ipau—yang kerap disebut sebagai “lasagna khas Banjar”—hampir ludes diserbu pembeli. Lapisan demi lapisan adonan dan isian gurihnya menjadi incaran mereka yang ingin membawa pulang cita rasa tradisi. Pasar Wadai ini berdiri tak jauh dari aliran Sungai Martapura. Di sinilah suasana terasa berbeda dibanding pasar takjil lainnya. Kelotok, perahu motor khas sungai, menjadi daya tarik tersendiri. Sambil menunggu waktu berbuka, pengunjung dapat menyusuri Sungai Martapura selama kurang lebih 30 menit dengan tarif Rp10 ribu per orang. Beberapa orang bahkan memilih datang menggunakan kelotok untuk menghindari kemacetan darat yang mengular. Pemandangan perahu-perahu yang lalu-lalang di atas sungai menghadirkan sensasi khas Kota Seribu Sungai. Semilir angin sore dan pantulan cahaya di permukaan air menjadi hiburan tersendiri sebelum bedug Magrib berkumandang. Editor Video: Indra Mahendra Sumber: tribunnews.com