У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴China Akhirnya Deklrasari Bantu Iran Lawan AS-Israel, Teheran Sindir Trump Cuma Berkoar di Medsos или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - China mengumumkan akan memberi bantuan kemanusiaan kepada negara-negara di Timur Tengah yang menjadi target serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Negara penerima bantuan dari Beijing mencakup Iran, Yordania, Irak, dan Lebanon. Informasi tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (17/3/2026). "China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak," ujar Lin Jian. Ia mengatakan bahwa perang telah menyebabkan bencana kemanusiaan yang mengerikan di Iran serta negara Timur Tengah lainnya. China berharap bantuan kemanusiaan yang diberikan dapat meringankan penderitaan para korban perang. Selain itu, Beijing juga terus melakukan upaya untuk mendorong terciptanya perdamaian. Sebagai informasi, China adalah mitra dekat Iran dan telah mendesak AS-Israel untuk menghentikan serangan mereka terhadap negara tersebut. Baru-baru ini, Utusan Khusus China untuk Timur Tengah Zhai Jun mendesak deekskalasi saat bertemu diplomat Arab Saudi. Sementara itu, pengumuman bantuan kemanusiaan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda kunjungan ke Beijing. Menurut Gedung Putih, penundaan itu berkaitan dengan perang yang saat ini melibatkan AS di Iran. Trump baru-baru ini juga menekan China untuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurut Beijing, kelancaran perdagangan global termasuk minyak dapat tercapai jika operasi militer dihentikan. Sementara itu, juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari menyampaikan pesan bernada sindiran kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menegaskan bahwa hasil perang ditentukan oleh medan tempur, bukan cuitan di media sosial. Pesan yang disampaikan Zolfaghari pada Selasa (17/3/2026) terbilang langka karena disampaikan dalam bahasa Inggris. Menurutnya, Trump hanya mengumbar kata-kata di media sosial. Sementara pasukan AS disebut tidak berani mendekat ke medan tempur. "Hasil perang ditentukan di medan perang, di tempat yang sama di mana Anda dan pasukan Anda tidak berani mendekat, dan Anda hanya bisa membicarakannya di cuitan Anda," ucap Zolfaghari. Zolfaghari lantas mengkritik arti dari Epic Fury, operasi militer yang diluncurkan AS-Israel terhadap Iran. Menurutnya, operasi tersebut lebih pantas dijuluki Epic Fear yang artinya ketakutan epik. "Lebih baik menyebut perang ini sebagai Ketakutan Epik daripada Amukan Epik," sambungnya. Pernyataan Zolfaghari muncul di tengah eskalasi berkelanjutan menyusul serangan yang dilancarkan oleh AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian mengumumkan serangan balasan berupa rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan wilayah Israel dan aset militer AS di seluruh kawasan. Selama perang berlangsung, Trump berulang kali mengancam Iran serta membuat klaim soal kemenangan di pihaknya. Terbaru, ia mengancam NATO akan menghadapi masa sulit jika enggan membantu mengamankan Selat Hormuz. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono) Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah #viory