У нас вы можете посмотреть бесплатно Jawaban Jokowi soal Pertemuan dengan Fadia Arafiq di Solo Sebelum OTT KPK или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNSOLO.COM - Kursi tamu di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Solo, biasanya menjadi saksi bisu berbagai wejangan politik dan restu. Di ruangan itulah, beberapa waktu lalu, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, duduk santai menerima tamu istimewa: Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dan wakilnya, Sukirman. Dalam sebuah potongan video yang kini viral kembali di jagat maya, suasana tampak hangat. Jokowi, dengan nada khasnya yang kebapakan, menitipkan sebuah amanah singkat namun sarat makna. "Mbak Fadia, Mas Firman, saya titip Kabupaten Pekalongan," ucap Jokowi kalem. Kalimat "saya titip" itu biasanya menjadi 'mantra' penyemangat bagi para kepala daerah. Namun, siapa sangka, amanah yang dititipkan di ruang tamu pribadi itu kini membentur dinding dingin jeruji besi. Undangan Pernikahan dan Garis Demarkasi Hukum Jumat (6/3/2026), suasana di kediaman Jokowi kembali ramai oleh awak media. Namun kali ini, pertanyaannya bukan lagi soal restu politik, melainkan soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat sang mantan penyanyi dangdut yang kini jadi orang nomor satu di Pekalongan. Jokowi tidak menampik pertemuan itu. Dengan tenang, ia mengklarifikasi bahwa kedatangan Fadia ke rumahnya bukanlah untuk urusan gelap, melainkan urusan keluarga yang lazim dilakukan masyarakat Jawa: mengantar undangan. "Iya, beliau ke sini untuk menyampaikan undangan pernikahan putra-putrinya," kenang Jokowi. Namun, bagi Jokowi, persahabatan dan urusan keluarga memiliki garis demarkasi yang jelas dengan hukum. Ia tidak memberikan pembelaan politik. Dengan nada tegas, ia menyerahkan sepenuhnya nasib Fadia kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau urusan hukum, ya kita hormati proses hukum yang berjalan," tegasnya. Ironi Anggaran 2023–2026 Ironi ini terasa semakin menyesakkan mengingat Fadia Arafiq kini resmi mengenakan rompi oranye. KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing serta proyek lainnya untuk tahun anggaran 2023 hingga 2026. Drama penangkapan ini bermula pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Saat warga Pekalongan mungkin masih terlelap, tim penyidik lembaga antirasuah bergerak dalam senyap melalui OTT. Hasilnya, Fadia kini menghuni Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih untuk 20 hari pertama. Akhir Sebuah Titipan Kini, video pertemuan di Solo itu menjadi pengingat pahit. Kata-kata "Saya titip Kabupaten Pekalongan" yang semula terdengar seperti restu suci, kini berubah menjadi beban moral yang gagal dipikul. Pekalongan memang dititipkan, namun jalannya pengadaan jasa di sana justru membawa sang Bupati ke ujung perjalanan karier yang tak diinginkan. Di bawah bayang-bayang Gedung Merah Putih, "titipan" itu kini harus dipertanggungjawabkan di meja hijau.