У нас вы можете посмотреть бесплатно Rumah Kawin : Mempertahankan Tradisi Cio Tao ala Cina Benteng или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RUMAH KAWIN : Mempertahankan tradisi Cio Tao Cio Tao (Chiao Thou) adalah tradisi upacara pernikahan yang berasal dari Manchuria (China). Dibawa masuk ke Nusantara dan dipertahankan oleh etnis Tionghoa di Tangerang hingga kini. Upacara Cio Tao adalah upacara kedewasaan yang mengandung banyak makna dan merupakan bentuk penghormatan kepada Tuhan, leluhur, alam, dan orang tua yang bertujuan agar kerabat mempelai yang lebih tua dapat memberi nasihat dan berkat kepada kedua mempelai. Seiring perkembangan jaman, upacara ini semakin hilang eksistensinya. Di China sendiri upacara ini pun sudah tidak dipraktekkan. Sedangkan di Indonesia, etnis Tionghoa Peranakan yang masih mempraktekkan upacara ini hanya tinggal etnis Tionghoa Peranakan yang tinggal di daerah Tangerang, atau disebut juga etnis Cina Benteng. Hal ini sangat disayangkan, mengingat banyaknya nilai moril yang diwariskan secara turun temurun dalam prosesi upacara ini. Kurangnya pemahaman akan makna tersebut membuat sisi positif upacara Cio Tao tertutupi oleh anggapan negatif seperti ‘terlalu merepotkan’ dan ‘tidak penting untuk dilakukan’, sehingga upacara ini pun semakin terlupakan. TheStory - selalu menginspirasi MARRIAGE HOUSE; Maintaining the Cio Tao tradition Cio Tao (Chiao Thou) is a tradition of wedding ceremonies originating from Manchuria (China). Brought in Nusantara and maintained by ethnic Chinese in Tangerang until now. The Cio Tao ceremony is a ceremony maturity which contains many meanings and is a form respect for God, ancestors, nature, and parents with the aim that the older relatives of the bride and groom can give advice and blessings to the bride and groom. Along with the times, the ceremony it is getting lost. In China itself this ceremony is no longer practiced. Meanwhile, in Indonesia, only Peranakan Chinese who still practice this ceremony live in the Tangerang area, also known as Cina Benteng. This is very unfortunate, considering the many moral values passed down from generation to generation in this ceremonial procession. The lack of understanding of this meaning makes the positive side of the Cio Tao ceremony clouded by negative assumptions such as 'too troublesome' and 'not important to do', so that this ceremony is even more forgotten. TheStory - always inspiring #documentary #cinabenteng #indonesia