У нас вы можете посмотреть бесплатно St. Valentine Mati Karena Cinta - Tapi Bukan Cinta yang Kamu Pikir или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kemarin kita bahas kenapa banyak yang putus menjelang Valentine. Hari ini, tanggal 14 Februari—hari Valentine—kita bahas pertanyaan berikutnya: Kalau kita udah jujur dan putuskan untuk bertahan... apa sih yang bikin relationship itu bener-bener bertahan? Ternyata, jawabannya ada di cerita orang yang namanya jadi nama hari ini—Santo Valentinus. Dan ceritanya... mengubah cara kita melihat cinta. Ada psikiater namanya M. Scott Peck yang menulis buku "The Road Less Traveled". Dia bilang: kebanyakan orang salah kaprah soal cinta. Mereka pikir cinta itu melulu tentang perasaan, chemistry, momen-momen yang bikin happy. Tapi ternyata cinta sejati itu bukan soal perasaan yang enak terus. Cinta sejati itu soal komitmen yang nggak gampang goyah. Ada fase romantis—pas kita jatuh cinta, pas semua terasa sempurna. Fase itu indah, tapi itu cuma awal. Cinta yang sesungguhnya baru mulai ketika fase romantis itu selesai. Sekarang kita simak cerita Santo Valentinus. Roma, abad ketiga. Ada imam namanya Valentinus. Saat itu kaisar punya aturan: tentara muda dilarang nikah. Tapi Valentinus lihat banyak pasangan yang pengen nikah tapi nggak bisa. Dia tahu pernikahan itu bukan cuma soal perasaan cinta—pernikahan itu sakramen, tanda kasih Tuhan. Jadi dia putuskan tetap nikahkan pasangan-pasangan itu secara rahasia. Meskipun ilegal. Meskipun berbahaya. Sampai dia ketahuan, ditangkap, dan kaisar kasih dua pilihan: menyangkal Kristus atau mati. Valentinus pilih mati. Dipenggal. Tanggal 14 Februari. Dan sekarang kita rayain hari kematian dia dengan coklat, bunga, dinner romantis. Ironis banget kan? Di Yohanes 15, Yesus bilang: "Nggak ada kasih yang lebih besar daripada kasih orang yang ngasih nyawanya buat sahabat-sahabatnya." Valentinus nggak mati karena punya perasaan cinta yang romantis. Dia mati karena punya komitmen yang nggak bisa digoyahkan. Dan itulah cinta yang sesungguhnya. Jadi apa yang bikin kita bertahan? Bukan perasaan yang selalu indah, melainkan komitmen—pilihan untuk tetap mencintai meskipun perasaan lagi down. Karena perasaan bisa naik turun. Hari ini excited, besok bosan. Tapi komitmen—itulah yang bikin relationship bertahan. Valentine bukan soal seberapa romantis dinner kita atau seberapa mahal hadiah yang kita kasih. Valentine—kalau kita lihat dari cerita Santo Valentinus—adalah soal komitmen yang nggak goyah. Komitmen yang tetap setia meskipun harganya mahal. Kalau kemarin kita udah "truth test" dan putuskan untuk bertahan, hari ini adalah soal "commitment check". Apakah kita bertahan karena takut sendirian? Atau karena ada komitmen yang genuine? Apakah kita mencintai pasangan cuma pas lagi happy? Atau kita pilih untuk tetap mencintai pas lagi susah? Kalau jawabannya: "Saya pilih untuk tetap bertahan karena ada komitmen yang lebih dalam dari perasaan"—itulah cinta ala Santo Valentinus. Itulah cinta ala Yesus. Kalau refleksi ini membantu, jangan lupa like, comment, dan subscribe ya. Dan share ke teman yang mungkin butuh perspective ini. Mari kita tumbuh bersama dalam iman yang mature. 📚 REFERENSI VIDEO INI: Buku: "The Road Less Traveled" - M. Scott Peck (tentang cinta sejati vs fase romantis) Sejarah: Santo Valentinus (Martir Roma, abad ke-3, dieksekusi 14 Februari 269 M) Kitab Suci: Yohanes 15:13 ("Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya") Konsep: Komitmen vs Perasaan, Cinta sebagai Pilihan, Fase Romantis vs Cinta Sejati #KatolikRingan #ImanKatolik #Valentine2026 #SantoValentinus #StValentine #PsikologiKatolik #CintaSejati #Komitmen #TheRoadLessTraveled #RelationshipAdvice #RefleksiIman #MartirKatolik #CintaAlaYesus #CommitmentCheck #AntonioKatolik