У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴 LIVE: Sosok Kopi Tua Heluka Dalang di Balik Penembakan Smart Air, Akui Sempat Teror Wapres Gibran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIT, menewaskan dua kru pesawat. Korban adalah Egon Irawan selaku pilot dan Baskoro sebagai co-pilot, sementara 13 penumpang lainnya selamat. Belakangan terungkap pelaku penembakan, merupakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang tengah menjalankan operasi. Komandan TPNPB, Kodap XVI Kopi Tua Heluka mengakui jika dirinya memerintahkan aksi penembakan terhadap pesawat Smart Air tersebut. Hal itu lantaran dirinya mengaku sudah berkali-kali menegaskan bahwa wilayah Yalimo merupakan medan perang, sehingga siapa pun yang melintas akan diserang. Kopi Tua Heluka memiliki nama asli Penihas Heluka. Ia merupakan pentolan KKB di wilayah Yahukimo. Dari informasi yang beredar, Kopi Tua pernah menjadi mahasiswa. Saat ditelusuri tim Tribunnews.com, nama Penihas Heluka tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Ia tercatat sebagai mahasiswa berstatus non-aktif di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Ia masuk pada 2018, sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan. Namun, pada 2019, Kopi Tua dilaporkan bergabung dengan KKB. Dirinya menjabat sebagai Komandan Batalion Yamue Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak. Informasi tambahan, ia masih tergolong muda yang kini masih berumur 25 tahun. Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Kopi Tua Heluka pernah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap prajurit TNI bernama Pratu Eka Johan Kaize di Perum Pemda, pada 4 November 2022. Semenjak itu, ia menjadi buronan polisi. Kopi Tua Heluka dan kelompoknya dilaporkan juga pernah menyerang pos Brimob Paradiso. Namun pelariannya berakhir pada 19 Mei 2023. Dirinya berhasil ditangkap oleh Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz di Kota Jayapura. Kopi Tua Heluka menjalani sidang pertama pada 6 November 2023, dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Sedangkan sidang putusan digelar pada Rabu 7 Februari 2024. Kasatgas Humas Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno menjelaskan, terdakwa terbukti keterlibatannya dalam serangkaian aksi kriminal. AKBP Bayu Suseno juga menegaskan bahwa putusan ini merupakan langkah signifikan dalam menjaga keamanan dan keadilan di wilayah tersebut. Usai vonis, Kopi Tua Heluka dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wamena. Baru menjalani hukuman selama satu tahun, ia kabur pada Selasa, 25 Februari 2025. Kejadian pelarian ini bermula pada pukul 15.00 WIT. Saat itu, para tahanan mendapatkan waktu untuk beraktivitas di area dalam lapangan Lapas Kelas IIB Wamena. Sekitar pukul 15.09 WIT, di tengah hujan lebat, tujuh tahanan membobol pagar pertama di sebelah kiri dalam lapas menggunakan tang potong, kemudian melarikan diri dengan memanjat pagar kedua menggunakan tali sal sepanjang satu meter yang diikatkan pada kawat duri. Satu dari tujuh tahanan berhasil diamankan oleh petugas lapas, sementara enam lainnya termasuk Kopi Tua Heluka berhasil melarikan diri. Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok KKB dan akan terus memburu para pelarian hingga tertangkap. Kemudian pada Januari 2026, Kopi Tua Heluka kembali berulah dengan melayangkan ancaman kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang hendak berkunjung ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Ia menyatakan pada Rabu (14/1), akan menembak Gibran dan rombongannya jika berkunjung ke Yahukimo. Ancaman tersebut membuat Komandan Satgas Pengamanan VVIP/Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim meminta kunjungan dijadwalkan ulang. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar Aksi Kopi Tua Heluka, Komandan KKB yang Tembak Smart Air: Ancam Gibran - Bunuh Prajurit TNI, https://www.tribunnews.com/regional/7.... Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Rahmat Gilang Maulana