У нас вы можете посмотреть бесплатно K.758 Sejak Kita Berpisah Di Baitani или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
No. 758 Harapan Mulia - Harapan dan Permohonan D 8/4 1. Sejak kita berpisah di Baitani, Hati hampa, tia-da yang mengisi; Petik gitar, ku ingin hibur diri, Tia-da Kau di sisi, hati pedih. Malam sunyi, ku termenung sendiri, Meski tia-da rumit, hati menangis. Oh, Kekasih, berapa lama lagi? Bilakah janji-Mu akan terbukti? 2. Ingat malaf, ku lupa rumah du-nia, Nampak salib, gemarku pun hilang, Yang ku harap hanya Kau seg’ra datang, Yang ku rindu Kekasihku b’laka. Tanpa Engkau, kesenangan pun hambar, Kidung merdu bahkan mem-bu-at duka. Kau tak hadir, hatiku taklah pu-as, Tuhan, mari datang! Jangan Kau tunda. 3. Meski pe-nyer-ta-an-Mu ku nikmati, Tapi tetaplah kurang di hati; Terang dan sayang s’lalu Kau cukupi, Tapi rasa tak puas itu masih! Dalam damai, hati bahkan kian sepi, Waktu senang, keluh kesah tak henti, Se-mua se-dia, tetap kosong di hati, Kar’na wajah-Mu belum ku nikmati. 4. Pelancong idamkan kampung halaman! Tawanan rindukan tanah air-nya! Kekasih terpisah, hati tak ka-ruan, Anak ber-jauh-an, rindu ’kan rumah. Tapi rinduku pada-Mu, ya, Tuhan, Melebihi ke-a-da-an mereka; Kini wajah-Mu b’lum dapat ku pandang, Haruskah ku tunggu sambil k’luh kesah? 5. Tuhan, lupakah Kau akan janji-Mu, Kau ’kan balik, menjemput ku pulang? Hari lepas hari, tahun pun lewat, Ku menunggu, Kau tak kunjung datang. Tuhan, ingatlah, lelah ku menunggu, Tapi kaki-Mu b’lum juga melangkah! B’rapa lama aku harus menunggu, Janji-Mu genap, aku pun terangkat? 6. Matahari terbit, ’benam, berulang, Kaum saleh pun bernasib de-mi-kian, Satu demi satu se-mua-nya lewat, Tunggu, tunggu, kapankah Kau datang? O, Tuhanku, mengapa Kau tetap diam? Langit tertutup, bayang-Mu tak nampak; Kami tunggu, tunggu, tunggu ’tia-sa, Kami tunggu, masa b’lum cukup lama? 7. Bila ingat lama nian ku menunggu, Tak tertahan, air mata tercucur, Kabulkan do-a-ku s’karang, ya Tuhan, Datanglah sg’ra, ajak aku pulang. Mari Tuhan, gereja-Mu berseru! Mari Tuhan, kaum saleh pun mendesak! Dengar, sua-ra hamba-Mu kian menderu: Tuhan! Mari datang! Jangan Kau tunda! #kidungpemulihantuhan #gadisbijak #berpisahdibaitani