У нас вы можете посмотреть бесплатно Era Kendaraan Listrik, Pengamat Sebut Permintaan BBM akan Memuncak Sampai Tahun 2050 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO - Di tengah tren kendaraan listrik dan energi hijau, benarkah era minyak akan segera berakhir? Atau justru permintaan BBM masih terus meningkat hingga 2050? Bagi sebagian kalangan, industri minyak dan gas bumi (migas) kerap dicap sebagai industri “sunset”. Namun realitas di lapangan menunjukkan cerita yang lebih kompleks. Migas masih menjadi denyut nadi ekonomi Indonesia—menopang transportasi, industri, hingga pembangkit energi—dan perannya belum tergantikan sepenuhnya. Pandangan tersebut ditegaskan oleh Moshe Rizal, pengamat migas dan pemerhati energi yang juga demisioner Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Aspermigas). Menurutnya, proyeksi permintaan energi global—termasuk migas—tidak serta-merta turun meski dunia bergerak menuju transisi energi bersih. Dalam wawancara ini, Moshe Rizal membahas secara lugas: Mengapa permintaan migas diproyeksi tetap naik hingga 2050? Pentingnya kompetisi pasar BBM bagi masyarakat? Tantangan ketahanan energi di negara kepulauan? Strategi mencapai produksi 1 juta barel per hari? Peran biofuel, kilang mini, dan investasi teknologi dalam transisi energi? Saksikan wawancara lengkapnya di YouTube Tribunnews. Editor video: Reza Arief Darmawan Tim: Akbar Permana #minyak #bbm #listrik #energi