У нас вы можете посмотреть бесплатно Mengenal KH Hisyam Zuhdi Penerus Pesantren Leler Banyumas или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#SejarahNusantara #KisahWaliyullah #ulamaindonesia #JEJAKSejarah #JejakParaWaliAllah SUBSCRIBE GRATIS : / @jese26 Folow IG : https://www.instagram.com/mts_makarsa... Pada kurun awal abad 19 dapat dikatakan Pesantren Leler adalah salah satu pesantren tertua di Banyumas. Itu karena peran yang besar dari Kiai Hisyam Zuhdi dalam mengelola Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Kurang lebih sudah 100 tahun Pesantren Leler berdiri. Di Dusun Leler, Randegan, Kebasen salah satu cucu mbah Dito Wongso laskar Diponegoro yang babat alas di daerah tersebut juga mendirikan pesantren. Bermula dari tokoh laskar Diponegoro itu adalah Kiai Zuhdi bin Abdul Manan bin Dito Wongso, menantu dari Kiai Abdullah Suyuthi. Pondok yang dibangunnya pada tahun 1914 ini dinamakan dengan Pondok Pesantren Tarbiyah Nahwiyah dan lebih terkenal dengan nama Pondok Leler. Dinamakan dengan Tarbiyatun Nahwiyah karena pondok ini mengedepankan pembelajaran ilmu alat dan dinamakan Pondok Leler dikarenakan keberadaanya di dusun yang bernama Leler. Pondok Leler mengalami masa vakum selama tujuh tahun setelah Kiai Zuhdi wafat dan baru beraktivitas lagi setelah putra tertua Kiai Zuhdi yang bernama Hisyam pulang dari pondok. Santri dari Kiai Zuhdi di antaranya adalah Kiai Hisyam Kali Jaran Purbalingga (1909-1989), Kiai Muslih (1910-1998), seorang pejuang kemerdekaan sekaligus pendiri yayasan Diponegoro dan Kiai Mas'ud (1998), Jombor, Cilongok. Pada era kepemimpinan Kiai Hisyam, Pesantren Leler mengalami perubahan nama. Nama Tarbiyatun Nahwiyah diubah menjadi Syamsul Huda dan pada akhir 1984 nama Syamsul Huda diganti menjadi At-Taujieh al-Islamy. Era kepemimpinan Mbah Hisyam merupakan era keemasan kedua. Hampir semua kiai di Banyumas pernah bertabarukan kepada beliau dan banyak dari murid beliau yang menjadi ulama besar. Kepemimpinan Pesantren Leler sesudah beliau wafat pada tahun 1994 dipegang oleh trio bersaudara (KH Athaurrahman Hisyam, KH Dzakiyul Fuad, dan KH Zuhrul Anam Hisyam) dan dua orang menantu, KH Nasuha Kurdi dan KH Sya'bani Muqri (wafat tahun 2006) Hisyam Zuhdi belajar Al-Qur'an dan dasar-dasar keislaman kepada ayahnya sendiri KH Muhammad Zuhdi. Nama yang terahir merupakan santri dari Kiai Sanusi Kali Wedi, Kebasen pernah mondok di Bendo Pare, Kediri di bawah asuhan Kiai Khozin, ngaji di Pesantren Pakis Aji Kediri, belajar ilmu astronomi kepada Kiai Dahlan Jampes, Kediri dan murid sekaligus menantu dari KH Abdullah Suyuthi Bogangin, Sumpiuh, Banyumas. Konon, Kiai Zuhdi juga pernah nyantri kepada Kiai Kholil Bangkalan.